Keluarga Saleh Menduga Ada Penganiayaan Terhadap Saleh Hingga Mengakui Perbuatannya

oleh
Pembunuh Rafika hasanuddin
Keluarga Saleh Menduga ada penganiayaan terhadap saleh hingga Ia mengakaui pembunuh Rafika Hasanuddin

Lidik Gowa – Kasus pembunuhan yang terjadi di perumahan Yusuf Beauty Gowa di jln Manggaruppi itu masih sedang dipersoalkan oleh keluarga Saleh yang sudah menjadi tersangka pelaku pembunuhan terhadap Rafika Hasanuddin pekan lalu yang mayatnya ditemukan pada senin 16 Januari 2017.

Pembunuh Rafika hasanuddin
Keluarga Saleh Menduga ada penganiayaan terhadap saleh hingga Ia mengakaui pembunuh Rafika Hasanuddin

Pasalnya Keluarga Saleh yang sudah menjadi status tersangka menduga jika saleh dianiaya sehingga ia mengakui perbuatan keji itu.

Hal itu diungkapkan Ramli, kakak Kandung tersangka Saleh kepada salah satu media lewat telepon seluler, Sabtu 21 Januari 2017.

Saya sangat menyesalkan tindakan oknum polisi, kenapa harus disiksa begitu. Ini penganiayaan, tugas polisi kan menyidik tersangka, bukan menganiaya tersangka,” tegasnya.

Keluarga Saleh menduga ada kejanggalan dalam menetapkan Saleh sebagai tersangka. karena ada dugaan penyiksaan sebelum tersangka mengaku membunuh Rafika Hasanuddin.

Saya menduga ada pemaksaan terhadap saudara saya, karena dia sudah babak belur sebelum mengakui bahwa dia pelakunya,” kata Ramli.

Dia juga mengatakan bahwa pada pemeriksaan pertama di polres Gowa, Saleh tidak mengaku. “Saat diperiksa di Polres Gowa, dia tidak mengaku bahkan dia suruh tembak dirinya kalau dia harus mengakui yang bukan perbuatannya, Jam 3.00 dini hari dia dijemput oleh Tim dari Polda.

Tapi pulang ji lagi ke Polres siangnya. Sorenya pi lagi baru dijemput sama polisi dari polda katanya akan bawa lagi ke polda untuk diperiksa lagi, namun katanya dia hanya dibawa ke suatu tempat. Di sana disiksa dan dipaksa untuk mengaku, dia tetap tidak mengaku, akhirnya dikembalikan lagi ke Polres Gowa,” kata Ramli.

Dirinya juga mengaku bahwa dia sempat dihubungi oleh polisi untuk datang membujuk saudaranya supaya mengaku.

Saya sempat dihubungi salah seorang reserse Polda untuk datang ke Polres Gowa bujuk saleh supaya mengaku, saya sempat ke Polres Gowa bersama adik saya Kahar. Setelah saya sampai di sana saya sudah tidak tahan melihat kondisi Saleh yang sudah babak belur, jadi saya suruh Kahar untuk temui,” tuturnya.

“Kahar yang bicara dengan Saleh, katanya Kahar, kalau memang kamu yang bunuh mengakuko, tapi kalau bukan kamu jangan mengaku biar kamu diapai sama Polisi,” ucap Ramli menirukan kata Kahar.

Ramli dan keluarganya mengaku sedang berkomunikasi dengan salah seorang kuasa hukum di Makassar. “Saya dan keluarga sementara komunikasi dengan kuasa hukum, rencana akan melaporkan tindakan dugaan kekerasan yang dialami Saleh,” katanya

Sementara itu ditempat yang berbeda

Dicky Sondani mengatakan bahwa sama sekali tidak ada rekayasa dalam penetapan Saleh sebagai tersangka

“Sama sekali tidak ada rekayasa dalam penetapan saleh sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Rafika. Polisi mempunyai dua alat bukti untuk menjadikan Saleh sebagai tersangka” tegas Dicky Sondani

Barang bukti yang ditemukan di TKP sudah cukup kuat ditambah hasil pemeriksaan labfor, inafis dan kedokteran forensik merupakan scientific investigation sangat membantu dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut” lanjut Dicky

Pihak keluarga Saleh menduga adanya tindak kekerasan dan pemaksaan terhadap Saleh agar mau mengakui perbuatannya bahwa dialah yang telah membunuh Rafika Hasanuddin di perumahan Yusuf Bauty Garden namun Kombes Pol Dicky Sondani membantah dengan tegas bahwa tidak ada penyiksaan terhadap Saleh yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan nanti dipengadilan jika keberatan.

( RDKS/BCHT/LTT)