Kembali Eksis, Permandian Wisata Bravo 45 Kindang Kembali Diserbu Banyak Pengunjung

oleh
Wisata Bravo 45 Kindang
Suasana pengunjung menikmati pesona alam Wisata bravo 45 sambil membaca buku di bawah pohon, Minggu (25/3/2018) - Photo : Mutakhir

Bulukumba,suaralidik.com – Bermula dari diskusi kecil pemuda, kini permandian Wisata Bravo 45 kembali eksis setelah sekian lama tertidur.

Wisata Bravo 45 yang terletak di lingkungan Baturapa’ kelurahan Borongrappoa, kecamatan Kindang poros wisata Kahayya (Donggia) Kabupaten Bulukumba ini tergolong wisata alam yang sangat mempesona dengan kesejukan alami rimbunnya pohon besar disekitarnya.

Wisata Bravo 45 termasuk salah andalan dari beberapa destinasi wisata alam di kabupaten Bulukumba 20 tahun silam.

Kini Wisata Bravo 45 hadir kembali dengan berbagai kegiatan dan nuansa baru yang menarik pengunjung dari berbagai kalangan serta latar belakang organisasi yang turut meramaikan permandian tersebut.

Berbagai spot foto yang dapat mengenyangkan di beranda media sosial kini hadir memanjakan pengunjung.

Bukan hanya sekedar menawarkan sejuknya hembusan angin dibawah rimbunnya pepohonan, Wisata Bravo 45 yang jaraknya sekitar 38 KM dari kota Bulukumba ini juga di isi dengan kegiatan positif dengan mengadakan program lapak buku yang bisa menambah pengetahuan dan wawasan pengunjung yang suka membaca buku.

“…Kedepan kami berharap pengunjung yang datang bukan hanya sekedar berenang dan berfoto ria, tetapi juga ingin memeriahkan semangat membaca yang dipandang sangat berguna bagi generasi muda. Kami juga berharap agar lapak baca ini berkembang lebih maju menjadi wisata baca..” ungkap Daeng Abe, Ketua Karang Taruna Anoa Kelurahan Borongrappoa.

Koleksi buku yang kini terpajang indah di tempat tersebut belum begitu banyak, sehingga diharapkan kepada pemerintah untuk turut andil dalam mengembangkan niat pemuda dalam mencerdaskan generasi penerus.

Hingga kini pemuda terus berupaya dalam mengembangkan destinasi wisata yang telah mendapat respon dari dinas pariwisata Bulukumba untuk dikembangkan, namun entah realisasinya bisa terbukti atau tidak, pemuda dan masyarakat Kindang masih menunggu kepastian tersebut.(***Mutakhir/Bcht)