Kenaikan Tarif Disorot DPRD, Direktur PDAM Bantaeng: Kami Jalankan Perbub Bukan Perda

oleh
Direktur PDAM Bantaeng, Andi

BANTAENG, Suaralidik.com – Kenaikan tarif PDAM di Bantaeng yang dianggap keputusan sepihak oleh Ketua DPRD membuat Direktur PDAM angkat bicara.

“Yang kami jalankan Perbub, bukan Perda,” kata Andi Safaruddin Kaeng, Direktur PDAM Bantaeng, di ruang kerjannya. Sabtu (23/9/17).

Direktur PDAM Bantaeng, Andi Safaruddin Kaeng.

Menurutnya, kenaikan tarif PDAM bukan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) melainkan dalam Peraturan Bupati (Perbup). Dirinya pun mengungkapkan pihak DPRD hanya Miskomunikasi saja dengan PDAM.

“Kenaikan tarif PDAM di kabupaten Bantaeng adalah tarif yang paling terendah dibandingkan dengan PDAM di kabupaten tetangga seperti Bulukumba, Jeneponto dan kabupaten lainnya,” akunya.

Andi Safaruddin menambahkan, menaikkan tarif PDAM adalah salah satu upaya mengoptimalkan pelayanan PDAM dimana perlu adanya nilai lebih untuk membenahi perbaikan jaringan pipa serta untuk membayar iuran listrik yang juga saat ini mengalami lonjakan tarif.

“Pada tahun sebelum sebelumnya PDAM membayar tagihan listrik hanya sebanyak Rp. 19.000.000, saat ini naik menjadi Rp. 59.000.000,” ungkapnya.

“Jadi untuk memaksimalkan PDAM kita memang perlu nilai jual lebih untuk meningkatkan kinerja karyawan yang kemudian pelayanan PDAM akan lebih maksimal,” Jelasnya.

Diberitakan sebelumbya, ketua DPRD Bantaeng, Sahabuddin menyoroti kenaikan tarif PDAM di Bantaeng. Ia menilai PDAM melakukan tindakan sepihak menaikkan tarif tanpa sepengetahuan DPRD.

MUSLIANA