Kenali 15 Brand ASEAN Yang Kini Telah Mendunia

oleh
Bumbu Desa

JAKARTA, SUARALIDIK.com— Presiden Joko ” Jokowi ” Widodo belum lama ini melempar kritik kepada masyarakat Indonesia yang lebih sering membeli produk-produk buatan luar negeri ketimbang produksi dalam negeri atau buatan Tanah Air. Padahal, menurut Jokowi, banyak produk berkualitas buatan Indonesia yang tidak kalah bagusnya dari produk buatan luar negeri yaitu diantaranya Indomie, Bumbu Desa, J.Co dan Kebab Baba Rafi bisa dijadikan contoh.

Tidak hanya brand Indonesia yang semakin mendunia, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara juga memilki produk yang dikenal dunia. Dari Malaysia misalnya ada Grab hingga Bread Talk buatan Singapura.

Berikut Redaksi SuaraLidik.com merangkum 15 brand yang telah mendunia di kawasan Asia Tenggara :

1. Indomie ( Indonesia)

Produk mi instan Indonesia, Indomie, yang dijual di situs jual beli Amazon. Foto diambil dari screen shoot Amazon

Siapa yang tidak pernah mencoba menyantap Indomie? Di Indonesia, mi instan buatan PT Indofood CBP Sukses Makmur, kerap dianggap sebagai penyelamat, khususnya bagi penghuni kamar kost di saat akhir bulan.

Produk perusahaan milik Sudono Salim ini mulai dibuat pertama kali pada 9 September 1970. Dua tahun kemudian, produknya dipasarkan ke konsumen. Saat itu, Indomie hanya hadir dengan varian rasa ayam dan udang. Namun, kini mereka sudah memiliki belasan varian.

Indomie merupakan mi instan yang paling mudah ditemukan di berbagai toko swalayan di seluruh Indonesia. Bahkan, warung kopi pun juga menyajikan menu Indomie yang telah dikreasikan dengan menu lainnya. Saking terkenalnya, “Indomie” kini dijadikan istilah umum yang merujuk kepada mi instan.

Setelah menguasai panas pasar di dalam negeri, Indomie kemudian berekspansi ke luar negeri. Produknya mi instan itu kini bisa ditemukan di Amerika Serikat, Australia berbagai negara Asia dan Afrika serta Eropa.

Bahkan, pabrik PT Indofood untuk memproduksi Indomie sudah dibangun di Serbai untuk melayani pangsa pasar di Eropa. Bahkan, kini Indomie pun tersedia di situs jual beli online Amazon.

2. Bumbu Desa ( Indonesia )

Bumbu Desa

Bermula dari rasa cinta dan apresiasi kepada makanan-makanan di masa lampau, Arief Wirawangsadita bersama beberapa orang lainnya membuka Bumbu Desa pada 2004 di Bandung.

Bumbu Desa mengedepankan makanan khas Sunda untuk dihidangkan kepada konsumen. Kini, cita rasa khas Sunda itu bisa dinikmati oleh semua kalangan. Bumbu Desa kemudian menjadi brand global dan membuka cabang di beberapa negara antara lain Malaysia, Singapura hingga ke Amerika Serikat.

3. J.Co Donuts ( Indonesia )

J.Co Donuts

Tidak ada yang menyangka jika Johnny Andrean tidak hanya dikenal melalui bisnis salonnya. Rupanya, dia juga pengusaha makanan di balik gerai J.Co Donuts.

Dibentuk pada 2005, J.Co kini sudah menjamur hingga Malaysia, Hong Kong, Singapura, Filipina, dan Arab Saudi berkat sajian donat, kopi, dan yogurt yang mereka tawarkan ke konsumen.

Untuk di Indonesia sendiri, J.Co juga menjadi alternatif konsumen di tengah-tengah keramaian gerai kopi milik Amerika Serikat, Starbucks.

4. Kebab Turki Baba Rafi

Kebab Turki Baba Rafi

Mulai dari satu gerobak di sudut jalan kota Surabaya, Kebab Turki Baba Rafi milik Hendy Setiono kini merupakan sebuah usaha waralaba tenar dengan warna kuning dan merah yang menjadi ciri khas mereka.

Hendy menggunakan nama anaknya, Rafi, sebagai brand. Usaha pertama dimulai tahun 2003 lalu ketika Hendy mendorong gerobak pertamanya. Kemudian, pada tahun 2005, Hendy berhasil melebarkan usahanya di seluruh pelosok Indonesia.

Empat tahun kemudian, produk makanan satu ini mulai meraih berbagai penghargaan dan mulai mencoba pasar global dengan sebuah cabang di Filipina dan Malaysia. Kini, mereka sudah memiliki lebih dari 1.200 gerai di berbagai negara, termasuk Sri Langka, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Belanda, Bangladesh, dan Brunei.

5. Shangri-La Hotels and Resorts ( Malaysia )

Seorang pengusaha keturanan Tionghoa-Malaysia, Robert Kuok, membuka Shangri-La Hotels and Resorts untuk pertama kali pada 1971 di Singapura. Mereka menggunakan slogan ‘Earthly Paradise’ setelah terinspirasi oleh sebuah novel karangan James Hilton, ‘Lost Horizon’ yang dicetak pada 1933.

Kini grup satu ini selalu dikenal sebagai hotel mewah berbintang lima dengan Hotel Kerry, serta Jen and Traders juga berada di bawah naungannya.

Shangri-La Hotels and Resorts telah memiliki lebih dari 40.000 kamar yang tersebar di Asia, Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, hingga Samudra Hindia.