Kepala BKD Pemprov Sumut Angkat Bicara Soal Ciuman Massal Oknum PNS di Nias Selatan

oleh

Lidik Sumut – Dalam beberapa hari belakangan ini, ramai dibicarakan mengenai kabar PNS di Nias Selatan melakukan ciuman massal saat merayakan hari Valentine Beberapa hari Lalu

Bahkan Kejadian ciuman massal yang dilakukan oleh sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Nias Selatan ini membuat geger jagat maya, hingga menuai kecaman dari netizen

informasi yang di himpun Suaralidik.com foto-foto sejumlah PNS berciuman tersebut dibagikan oleh netter bernama Mhd Batubara di grup Anak Medak Kompak beberapa hari lalu

Dalam Foto yang di unggahnya ciuman massal itu Bertempat di halaman sebuah gedung, beberapa pria dan wanita berseragam PNS terlihat saling berpegangan tangan dan bahkan ada yang berciuman.

terkait kejadian memalukan yang di lakukan oleh sejumlah oknum PNS di Nias selatan, Akhirnya Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut, Kaiman Turnip angkat bicara, “aksi ciuman massal di muka umum oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diatur secara khusus dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS),

Dilansir dari Tribunmedan.com Kaiman Turnip mengukpakan “Memang etika ada dibahas, tapi tidak mengatur secara khusus perkara ciuman di depan umum. Hanya tidak masuk kerja yang dibahas dalam hukuman disiplin itu,” ujar Kaiman kepada awak media di ruang kerjanya Jalan Pangeran Diponegoro, Jumat (24/02/2017).

Meski tidak ada sanksi yang mengatur, menurut Kaiman aksi ciuman massal di muka umum bukan merupakan hal yang biasa dilakukan di Indonesia, meskipun dilakukan oleh pasangan suami istri.

Bahkan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyebutkan ada tim khusus yang telah turun menelusuri aksi ciuman massal yang dilakukan sejumlah oknum ASN Pemkab Nias Selatan.

Menurut Erry, aksi ciuman di muka umum untuk merayakan Hari Valentine yang dilakukan sejumlah ASN tersebut tidak sesuai dengan budaya bangsa.

“Tentu kita sayangkan, masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai religi dan sosial budaya tentunya tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan di Indonesia. Itu sudah ada tim yang ke sana, kita lihat dulu lah nanti,” ujar Erry di Aula Martabe Lantai II Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Rabu (22/02/2017) lalu

Editor : Adhe