Kepala BKPSDM Bulukumba Gagas Komunitas Macca

oleh
Ade Ariadi
Ade Ariadi

Bulukumba, suaralidik.com – Menyikapi dan merespons hak ASN dalam peningkatan kompetensinya, Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Andi Ade Ariadi menggagas “Komunitas Macca” (Macca Community). Pembentukan Komunitas ini merupakan salah satu metode peningkatan kompetensi yang diperuntukkan bagi PNS, baik dalam rumpun jabatan fungsional, maupun keterampilan teknis lainnya yang dapat menunjang kinerja organisasi.

“Jadi ini semacam wadah pembelajaran yang menghimpun para PNS yang memiliki minat, bakat, keahlian dan kecakapan yang sama. Di dalamnya ada sharing pengetahuan, konsultasi, maupun mentoring,” ungkap Ade Ariadi.

Dijelaskannya dalam Undang-undang ASN dan Peraturan Pemerintah tentang Manajemen PNS, para PNS memiliki hak untuk pengembangkan kompetensinya minimal 20 jam pembelajaran dalam setahun. Dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya menggagas wadah pembelajaran bagi para PNS yang ingin meningkatkan kompetensinya melalui Komunitas Macca.

Menurutnya apabila pelatihan dilakukan dengan model lama, dibutuhkan komponen yang besar seperti, biaya, pengawasan yang lama dengan metode pembelajaran diklat. Idealnya, kata Ade Ariadi, pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berkesinambungan, serta dapat dievaluasi agar kompetensi PNS dapat dilakukan dengan baik.

Dengan Komunitas Macca, lanjut Ade Ariadi, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi PNS siapa saja secara mudah, efektif, sesuai kebutuhan individu maupun kebutuhan organisasi. Selain itu dapat menumbuhkan sifat untuk selalu belajar bagi PNS karena tuntutan dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Wadah komunitas ini juga memudahkan terintegrasi dengan aplikasi Simpeg (Sistem Informasi Kepegawaian) sehingga kita dapat mengetahui pemenuhan kebutuhan kompetensi 20 jam pembelajaran per tahun,” pinta mantan Kabag Organisasi ini.

Komunitas Macca ini merupakan gagasan dari Andi Ade Ariade untuk menjawab tantangan pengembangan kompetensi PNS dengan anggaran yang minimal serta waktu yang lebih efektif. Gagasan tersebut merupakan Proyek Perubahan yang dirintisnya sebagai peserta Diklatpim II yang sementara diikutinya. (***Ulla)