Kepala BNN : Penindakan Naik, Pengguna Narkoba Di Gorontalo Menurun

oleh -14 views

Petugas bersama Kepala BNN Provinsi Gorontalo Brigjend Pol Drs Oneng Subroto SH MH Saat melakukan pemusnahan barang bukti tahun 2012-2016, kamis 15/11/2018,(foto Tomy).

Gorontalo, Suaralidik.com – Pengguna obat terlarang narkotika di Provinsi Gorontalo mengalami penurunan yang signifikan. Sebelumnya pada tahun 2012 sampai 2016 mencapai 13.700 orang untuk 2017-2018 tinggal 10.600 orang.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo Brigjend Pol Drs Oneng Subroto SH MH saat melakukan pemusnahan barang bukti (BB) hasil operasi tahun 2012 sampai 2016, bertempat dihalam kantor BNN Provinsi Kota Gorontalo kamis 15/11/2018.

Kepada awak media kepala BNN Provinsi Gorontalo mengatakan, barang yang dimusnakan antanya obat terlarang jenis Shabu 9 gram, ganja 1 linting alat hisap (bong) dan lain sebagainya.

“Barang dimusnakan merupaka BB temuan pada tahun 2012 sampai ke 2016, dengan tersangkanya kurang lebih 25 orang dan sudah memiliki ketetapan hukum mengikat, kira-kira nilai barang sendiri senilai Rp 2.700.000. Sementara untuk 2017/2018 langsung dibawah oleh penuntut umum dan mungkin akan dimusnahkan oleh pihak kejaksaan pada akhir tahun,”kata Kepala BNN.

Peningkatan peredaran narkotika, lanjut Kepala BNN, dari tahun 2012 ke 2016, sampai sekarang mengalami penurunan bila dilihat dari trend, tapi kalau dilihat pengungkapan sebetulnya naik.

“Kalau kasusnya sebetulnya turun, tahun 2012 samapi 2016 pengguna di Provinsi Gorontalo sekitar 13.700 orang, 2017-2018 ini sudah turun menjadi 10.600 orang, tapi kalau untuk pengungkapan kasusnya itu ada peningkatan,”tutur Brigjend Pol Oneng.

Hingga saat ini pihak BNN Provinsi Gorontalo terus melakukan langkah-langkah pencegahan maupun penindakan kepada para pengguna serta pengedar barang haram tersebut.

“Kami tetap melakukan pencegahan melalui sosialisasi ke masyarakat maupun instansi pemerintah, swasta dan sebagainya, dan melakukan pemberantasan maupun penegakan hukum dengan tegas dan keras, yang terakhir tentunya bagi para pengguna sebagai korban penyalahguna itu kita rehabilitasi,”tutup Brigjend Pol Drs Oneng Subroto SH MH,(***TR/05).