Kepala BPBD Wajo Bantah Bendungan Passolloreng Jebol

oleh
Bendungan Passolloreng, Kabupaten Wajo.

WAJO, Suaralidik.com – Bendungan Passolloreng, di desa Passolloreng, Kabupaten Wajo yang ramai di beredar di media sosial jebol, dibantah oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo, Alamsyah. Ia mengatakan, bendungan Paselloreng tidak jebol melainkan sengaja dibuka untuk membuang air yang menggenangi tanaman padi yang sudah berbuah di Desa Paselloreng.

“Bendungan Paselloreng itu bukan jebol tapi, sengaja di buka oleh PU-Pengairan dan PT Wika. Untuk membuang air yang menggenangi persawahan sekira 300 Hektare yang telah ditanami padi. Apalagi, padi warga sudah berbuah,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (15/7/2017).

Bendungan Passolloreng, Kabupaten Wajo.

Hanya saja, Alamsyah tak menepik dampak dari pembuangan air tersebut. Pasalnya, buangan tersebut berdampak bagi warga yang berada dibagian hilir bendungan seperti Desa Arajang, Alousalo, Mamminasae, Abbatireng dan Kelurahan Gilireng, di Kecamatan Gilireng.

“Bukan hanya disitu, dampaknya juga sampai di Desa Liu, Kecamatan Majauleng. Bahkan sempat menggenangi badan jalan setinggi 20 cm di Desa Liu, Kecamatan Majauleng. Tapi saat ini sudah surut kecuali dibawah kolom rumah warga,” ungkapnya.

Kepala Desa Mamminase, Kecamatan Gilireng, Supriadi mengatakan akibat pembuangan air bendungan Paselloreng merendam sebanyak 100 hektare tanaman padi di wilayahnya .

“Ada sekitar 100 Hektar lahan persawahan terendam. Akibatnya, sekitar 80 persen tanaman padi mengalami kerusakan. Katanya lantaran bendungan jebol. Tapi entahlah, yang pasti akibat air bendungan,” ujar Supriadi.

Sementara Camat Gilireng Andi Cakkunnu turut membantah kabar jebolnya Bendungan Paselloreng.

“Bukan jebol, tapi sengaja dibuka ndi. Informasinya itu atas permintaan masyarakat sendiri karena tanaman padi di Paselloreng sudah dua malam terendam,” paparnya.

Sebelumnya, beredar kabar di Medsos jika Bendungan Paselloreng jebol yang mengakibatkan beberapa wilayah dibagian hilir bendungan seperti Desa Arajang, Alousalo, Mamminasae, Abbatireng dan Kelurahan Gilireng, Kecamatan Gilireng tergenang banjir.

Bahkan juga berdampak dikecamatan tetangga yakni di Desa Liu, Kecamatan Majauleng. (Muh Rusli/ RED 4)