Kepala Kemenag Bolmut Lecehkan Surat Kemenag Sulut, Estifeny Merasa Jadi Korban Politik

oleh

BOLMUT, Suaralidik.com – Kepala Kantor (Kakan) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulaiman Ambah di sorot.

Kepala Kantor (Kakan) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulaiman Ambah

Pasalnya, orang nomor satu di satuan kerja yang dipimpinnya ini melanggar aturan yang telah dikeluarkan oleh Kantor Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tentang mutasi diwilayah yang dipimpinya.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh media, bahwa sejak di keluarkannya Surat Kepala Kantor Kemenag Provinsi Sulut tertanggal 17 Januari 2018, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Provinsi Sulut Abdul Rasyid, tidak ada mutasi terhadap Kepala Sekolah maupun guru yang ada di wilayah kabupaten maupun kota Se-Sulut.

Namun, yang terjadi di Bolmut (Bolaang Mongondow Utara) adalah melecehkan surat putusan kemenag Provinsi Sulut.

Buktinya Kepala Sekolah Guru Madrasah Tsanawiyah Alkhairat Kecamatan Bintauna atas nama Estifeny Datunsolang, S.Pd.I, M.Pd mengaku telah dipindahkan secara sepihak oleh kepala kantor Kemenag Bolmut, Sulaiman Ambah, pada tanggal 5 Februari 2018.

Ironisnya, Estifeny sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekolah MTs Alkhairat Kecamatan Bintauna kini menjadi guru bantu di MTs Negeri I Bolmong Utara hal ini tentu mengundang reaksi keras dari sejumlah guru maupun kepala sekolah di bawah komando Kementrian Agama Kabupaten Bolmut ini.

Hal tersebut kuat dugaan ada intervensi politik dari oknum tertentu, sebab bolmut sekarang sedang dalam tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang katanya ada penekanan harus mengikuti garis partai dibawah komando Kementrian Agama.

Estifeny korban mutasi dadakan tersebut, ketika menghubungi media ini membeberkan persoalan politik yang bergejolak di lingkungan kemenag Bolmut.

Surat Mutasi Kepala Madrasah Dan Guru

”Saya kaget, ketika menerima SK mutasi dari Kepsek MTs Alkhairat Bintauna menjadi guru bantu di MTs Negeri 1 Bolmong Utara, saya salah satu korban politik, sebab sebelumnya ada juga kepala kantor urusan Agama Bintauna yang juga korban politik,”ungkap Estifany.

Kronologis kejadian ini lanjut dia, bahwa awalnya saya tidak menghadiri pelantikan Badan Kontak Mejelis Ta’lim (BKMT) Bintauna karena sakit pada tanggal 20 Januari. Pada saat itu, salah satu kandidat calon bupati menanyakan ketidakhadiran saya termasuk korban yang lain.

”Aneh bin ajaib kandidat ini, usai pelantikan BKMT mampir di MTs Alkhairat Bintauna mengancam bahwa saya akan dipindahkan, selang beberapa hari yakni tanggal 5 Februari keluar SK mutasi saya,”Pungkanya.

Kepala kantor Kemenag Bolmut, Sulaiman Ambah ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, tidak ada intervensi politik soal mutasi tersebut.

Hal ini dilakukan atas putusan rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) kemenag.”Tidak ada kaitan politik, hal ini dilakukan atas pertimbangan baperjakat.”tangkis Amba.

Ketika disinggung soal tabrak aturan yang dikeluarkan oleh kemenag Provinsi dia mengaku ada rencana promosi terhadap sejumlah pegawai yang dipimpinnya itu.

”Mereka tidak mengerti maksud kami, disini ada beberapa yang dipromosikan akan menjadi pengawas sehingga dilakukan mutasi dari sekolah swasta ke negeri dan ini rahasia kantor,”kelit Ambah lewat telepon genggamnya tadi.(Sube/kemal)