Kepala Pasar Tolak Diberhentikan, dan Diduga Ada Uang Retribusi Mengalir Kepejabat.

oleh

SuaraLidik.com–Bulukumba, Kamis/20/Oktober/2016, Muhammad Amir, Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Saat bertandang keruangan Humas Pemda Bulukumba berniat menghadap Kebupati Kabupaten Bulukumba A.Sukri Sappewali untuk melaporkan hasil retribusi pendapatan daerah pasar sentral sejak tanggal 15 bulan agustus 2016 sampai tanggal 15 September 2016, dan sekaligus mengadukan Surat Keputusan Pemberhentian dirinya sebagai kepala pasar yang merasa tidak beralasan, karena menganggap dirinya tidak bermasalah.

Amir saat ditemui di ruang Humas Pemda Bulukumba mengatakan, “Saya keberatan atas pemberhentian saya, Karena surat keputusan yang keluar terkesan ada kejanggalan, karena tidak tertera jabatan saya sebelumnya, dan juga Tembusan surat Keputusan tidak ada kebupati, padahal sebelumnya saya di target langsung oleh Bupati untuk mencapai 70 Juta persatu kali laporan dan saya mencapai target”.-“Kenapa juga kepala dinas keuangan turun langsung kepasar untuk melarang pedagang pasar untuk tidak membayar, padahal jelas kami ditarget”. Amir, Ungkapnya.

“Dan yang menjadi pertanyaan, retribusi yang dipungut dari pedagang pasar, sebesar 70.070.000 Rupiah sudah kami Setor Ke pihak dinas keuangan daerah, namun setelah saya cek di laporan Bupati, saya melihat hanya 62 juta rupiah, nah itu kemana 8 jutanya tertinggal. Padahal saya sudah memberikannya, dan bukti saya ada, ini menjadi pertanyaan”. Jelasnya.

Lebih Lanjut lagi Amir menjelaskan, “bahwa pemberhentian saya ini sebagai kepala pasar diduga dipolitisir, karena alasan saya dipecat karena saya anarkis dan menendang dagangan orang di pasar itu tidak benar, jika itu benar dan terbukti, jangankan di berhentikan dari kepala pasar, diberhentikan sebagai PNS pun saya siap”. Amir, Tambahnya.

Kepala Dinas Keuangan daerah Kabupaten Bulukumba saat di konfirmasi Via Telpon menjelaskan, “Posisi Pak Amir sebagai kepala pasar Itu bukan jabatan Struktural, tetapi adanya surat tugas yang diposisikan, dan pemberhentiannya ada dasarnya, karena kerap memeras, meminta retribusi kepada pedagang pasar sebesar satu juta rupiah dan tidak disertai bukti pembayaran, jika tidak dibayar maka akan dihamburnya dagangan orang di pasar. dan sudah ada 4 orang yang melapor, makanya surat keputusan itu keluar, karena jika dibiarkan tetap dipasar maka itu berbahaya”. A.Mappewali, Ungkapnya.

Andi Nappewali juga mengatakan, “jadi pemberhentiannya itu ada dasarnya, bukan masalah setoran”, -»”Suruh konfirmasi itu Ke dinas keuangan atau melapor kepolisi”. Kepala Dinas Keuangan, Tutupnya..