Kepergian II Puisi Karya Darah Mimpi

oleh

Kau datang membawa kabar kepergian
Pernah usia waktu renta kita lumat menjadi sepi yang panjang, lantas senyummu memendekkan
Tiba-tiba kau pergi dengan sekotak jejak ketidakpastian

Sayang, hadirmu membawa sekontong airmata
Menawarkan kelu bagi ruh yang menerima surat keberangkatanmu

Bukankah kita pernah bertukar canda mengenai pilu yang dikecup bibir-bibir rindu?

Ketika senja bersahaja, nirwana bersendawa, engkau duduk di atas fatamorgana
Menggerakkan dua penjejak layumu

Kini, malam lebur dalam basuhan kenangan
Lantas dirimu datang untuk melebur persahabatan.
Apa pun yang terjadi, meski kemboja telah menemani juangmu usai keguguran, tetaplah engkau tersimpan abadi di dalam sanubari.

Darah Mimpi

 

Magelang, 25 Agustus 2017.