Keren, Beras Bulukumba Raih Sertifikat Pengakuan dari Kementan

oleh
Bupati Bulukumba terima Sertifikat Varietas Beras dari Kementan.

MALANG – Pemerintah Kabupaten Bulukumba mencatatkan diri sebagai salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang mampu berinovasi di sektor pertanian. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya sertifikat Tanda Daftar Varietas Lokal dari Kementerian Pertanian pada saat acara Temu Nasional Inovasi Pengelolaan Pemanfaatan dan Festival Sumber Daya Genetik Lokal di Kota Malang, Selasa (7/11/17).

Bupati Bulukumba terima Sertifikat Varietas Beras dari Kementan.

Pemkab Bulukumba yang mengandalkan Bibit Lokal Beras Merah Kecamatan Kindang dan Beras Putih Kecamatan Bulukumpa mampu meyakinkan Kementerian Pertanian bahwa kualitas bibit lokal di Bulukumba tidak kalah bersaing dengan bibit unggul lokal dari daerah lainnya.

Pada acara tersebut Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama 39 daerah lainnya di Indonesia menerima sertifikat tanda daftar yang menjadi bukti bahwa bibit unggul lokal kabupaten bulukumba sudah sah atau legal untuk dikembangkan oleh para petani.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang menerima sertifikat itu sangat mengapresiasi dengan inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan beserta para petani yang ada di wilayah Kecamatan Kindang dan Bulukumpa.

“Dengan inovasi tentunya kita telah memiliki bibit unggul yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari bibit beras merah dari luar yang harganya mahal karena kita sudah mampu memproduksinya sendiri,” ujar AM Sukri.

Menurutnya, dengan pengakuan itu masyarakat akan menghemat anggaran setiap tahunnya. Masyarakat akan menabung di setiap panennya, mereka tidak perlu lagi menyiapkan anggaran biaya pembelian bibit di setiap musim tanam karena mereka telah memiliki bibit unggul lokal yang kualitas dan hasil produksinya sama dengan beras yang berkualitas lainnya.

Dirinya berpesan kepada Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Harun yang turut mendampingi agar berupaya memaksimalkan segala potensi pertanian yang dimiliki saat ini.

“Jangan pernah berhenti untuk terus berinovasi. Lahan pertanian kita sangat luas untuk dikelola dan diikembangkan,” tambah AM Sukri.

Produk unggulan ini, lanjut AM Sukri Sappewali harus cepat tersosialisasi, sehingga masyarakat cepat tahu kualitas dari bibit unggul tersebut, “Kalau ini sudah memiliki stok yang banyak, otomatis dapat dipasarkan ke daerah lainnya,” tandas AM Sukri.


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama