Kesaksian Atlet Sea Games 2017: Malaysia Sengaja Memancing Emosi Kita

oleh
Atlet lompat tinggi asal DKI Jakarta, Nadia Anggraini, meraih emas pada PON 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Kamis (22/9/2016). LARIZA OKY ADISTY/JUARA.NET

Suaralidik.com, SPORT – Adanya insiden bendera kebangaan Indonesia terbalik di ajang Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, membuat publik Indonesia geger. Bahkan Kemenlu telah angkat bicara dengan mengirimkan surat diplomatik terkait inseden tersebut.

Namun, sebelum insiden terbaliknya bendera kebanggaan Indonesia, ternyata beberapa kejanggalan telah dirasakan atlet.

Atlet lompat tinggi asal DKI Jakarta, Nadia Anggraini, meraih emas pada PON 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Kamis (22/9/2016). LARIZA OKY ADISTY/JUARA.NET

Seperti Nadia Anggraeni. Wakil Indonesia di cabor lompat tinggi telah mengaku mendapat perlakuan tidak wajar dari pihak panitia SEA Games 2017.

Nadia menemukan kejanggalan saat ia dan rombongan harus dipindahkan ke hotel lain saat sudah sampai hotel tujuan.

Atlet lompat tinggi itu juga mengaku tidak mendapatkan kendaraan ketika akan melakukan latihan.

“Saya pikir Malaysia sengaja memancing emosi kita. Dari awal datang, hotel tempat kami menginap tiba-tiba dipindahkan. Terus, kami juga tidak disiapkan kendaraan untuk ke tempat latihan,” ujar Nadia Anggraeni seperti dilansir dari Bolasport.com, Minggu (20/8/17).

Nadia menyebut, sebagai tuan rumah, tentu Malaysia akan melakukan banyak cara untuk merusak konsentrasi lawan-lawannya.

Mengetahui kondisi itu, tak ada cara lain selain bersabar dan berjuang mati-matian.

Nadia juga berpesan kepada seluruh atlet Indonesia, agar setiap atlet perlu mengontrol emosinya sebelum bertanding.

Sebab, jika tak pandai menjaga diri, program latihan yang telah dibangun selama pelatihan nasional (pelatnas) bisa hancur seketika.