Kesal Akses Jalan Akan Ditutup, Warga Bentangkan Spanduk Copot Kadis Kesehatan Kabgor

oleh -

Foto : Warga saat melakukan aksi membentangkan spanduk copot Kadis Kesehata,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Gegara berhembus kabar akses jalan yang mereka sering lalui untuk beraktifitas akan ditutup, warga Lingkungan 1 RT 7 Kelurahan Kayubulan kecamatan Limboto kabupaten Gorontalo (Kabgor), meminta kadis kesehatan dicopot.

Permintaan ini diungkapkan warga melalui spanduk yang mereka bawa saat menggelar protes dibelakang kantor Dinas Kesehatan Kabgor, Rabu 10/07/2019.

“Jalan ini sudah sejak lama kami sering pergunakan untuk beraktifitas, kenapa sekarabg mau ditutup,”tegas Yulce Pulubuhu (54).

Ditempat yang sama Dahlan Usman (43) selaku warga setempat mengatakan, permaslahan ini sudah sejak lama dikeluhkan oleb warga, tapi tidan ada realisasi dari pemerintah daerah.

“Sudah sejak 2015 masalah jalan ini sudah dikeluhkan, tapi tidak ada realisasi dari pemerinta. Dan terakhir kabar yang kami terima akan ditutup oleh Dinas Kesehatan, sehingga kami tidak terima,”tegas Dahlan.

Dahlan menuturkan, sebelumnya pemerintan telah berjanji kepada warga akan memperlebarjalan tersebut. namun hal itu tak kunjung dilakukan sampai pembangunan gedung farmasi sedang berlangsung saat ini.

“Sebelum pembangunan gedung, kami minta pemerintah membicarakan perseolan jalan ini dengan warga. Namun belum ada kesepakatan dengan warga, gedung tersebut sudah dibangun. Padahal sejak tahun 2015 kami sudah minta kepada pak bupati,”tutur Dahlan.

Menanggapi protes warga, Kepala Dinas Kesehatan Roni Sampir menegaskan, kabar penutupan akses jalan masuk warga tersebut tidaklah benar, dan mungkin ada miskomunikasi yang disampaikan oleh oknum kepada masyarakat sekitar.

“Kami telah jelaskan banwa jalan tersebut tidak akan ditutup. Kami mengupayakan semaksimal mungkin permintaan masyafakat bahwa ada pelebaran jalan 4 meter, kita akan upayakan itu,”tegas Roni.

Sementara untuk pelaksanan pembangunan gedung farmasi, Roni menjelaskan akan tetap dilaksanakan. Karena merupakan kebutuhan seluruh masyarakan kabupaten Gorontalo terhadap ketersediaan obat.

“Semua masukan dari masrakat akan kita laporkan kepada pimpinan kita,”jelas Roni.(Rollink).