Kesbangpol Bulukumba Gelar Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan

oleh
Kesbangpol Bulukumba
Foto : Suasana lomba cerdas cermat pada kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan wawasan kebansaan yang dilakukan oleh Kesbangpol Bulukumba di Gedung PKK, Jl Anggrek. Senin (08/05/2017)

Bulukumba, Suara Lidik – Sebagai upaya memenuhi amanah undang-undang secara konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satu OPD Kabupaten Bulukumba yakni Kantor Kesbangpol menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan wawasan kebangsaan, yang akan dilaksanakan selama satu minggu dan dimulai pada hari ini Senin (08/05/2017) di gedung PKK Jl. Anggrek Bulukumba dan akan berakhir pada  hari sabtu (13/05/2017) mendatang.

Kesbangpol Bulukumba
Foto : Suasana lomba cerdas cermat pada kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan wawasan kebansaan yang dilakukan oleh Kesbangpol Bulukumba di Gedung PKK, Jl Anggrek. Senin (08/05/2017)

Kegiatan yang diselenggarakan Kesbangpol Bulukumba ini diikuti seluruh sekolah tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Bulukumba. Menurut Kepala seksi idiologi politik dan wawasan kebangsaan Kesbangpol Bulukumba Muh. Kadafi, SE, MM bahwa untuk hari ini, selasa (08/05/2017) sudah ada 30 tim tingkat SMA yang telah melakukan registrasi.

“Untuk hari ini sudah ada 30 tim yang melakukan registrasi dinda, dalam satu tim itu terdiri dari 3 orang peserta” Kata Muh. Kadafi saat di konfirmasi wartawan suara lidik.

Kepada wartawan suara lidik, Kadafi juga menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan wawasan kebangsaan dikemas dalam 2 item lomba, yang pertama lomba pidato tingkat SMA sederajat dan item kedua lomba cerdas cermat tingkat SMA sederajat serta yang ketiga lomba cerdas cermat tingkat SMP sederajat.

Tujuan dihadirkannya beberapa item lomba pada kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan wawasan kebangsaan menurut Muh. Kadafi tidak lain untuk menumbuhkan jiwa-jiwa patriotisme generasi muda yang bernuansa kebangsaan. Karena sampai hari ini, tambahnya bahwa generasi sekarang tidak memahami secara harfiah seperti apa peranan politik dan pentingnya idiologi politik dalam tatanan kebangsaan dan ketatanegaraan. (Iswanto/Bandhys)