,

Ketahuan Ngelem 3 Siswa SLB di Gorontalo Diamankan Polisi

oleh -
Kapolsek Limboto Barat, IPDA Iwan Kapojos, STrK, bersama ketiga siswa yang diamankan,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Kedapatan ngelem tiga siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dikabupaten Gorontalo, inisial R, (16), ZP (15), dan RN (15), terpaksa diamankan pihak kepolisian polsek Limboto Barat, Rabu 27/02/2019.

Kapolsek Limbar IPDA Iwan Kapojos STrK, kepada awak media mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Kepala Sekolah, bahwa beberapa siswanya kedapatan menggunakan lem eh-bon.

SMKN 1

“Lem Eh-bon ini dipakai oleh 3 siswa, satu diantamya sempat dibawa kepuskesmas terdekat karena teler,”tutur Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan, dari ketiga siswa yang diamankan ZP merupakan inisiator, ZP mengaku mengajak kedua temannya untuk menghirup lem tersebut.

“Dari pengakuan ZP, ia mengajak kedua temannya untuk mencoba barang tersebut. ZP sendiri sudah sering menghirup lem sejak 2018.”ungkap IPDA Iwan.

Kepada ketiga pelaku, pihak kepolisian telah melakukan pembinaan, agar tak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kami bersama BNN melakukan pembinaan kepada ketiga pelaku, agar tak melakukan hal yang serupa.” tambah Kapolsek.

Ditempat terpisah Kepala sekolah Yamin Uma mengatakan, pihak sekolah telah melakukan berbagai pembinaan secara kontinyu, baik kerohanian, serta secara individu.

“Kami telah membuat surat pernyataan, namun tak membuat ZP jerah, malah perlakuannya makin menjadi. Sudah hampir 4 bulan ZP sudah tak masuk sekolah, kemarin masuk malah melakukan kesalahan lagi.”kata Kepsek.

Pihaknya juga mengaku, dilaporkannya ketiga pelaku tersebut, guna meberikan efek jera. Karena pihak sekolah sendiri selama ini sering dibikin pusing oleh ulah ZR.

“Pada bulan Oktober saya menerima laporan guru pembimbing, bahwa anak ini menghitup lem, setelah digeledah, saya temukan lem fox pada tempat tidurnya diasrama, ZP mengaku sering melakukannya,”tutur Yamin.

“Anak ini memiliki mental literdasi atau keterbelakangan mental, dan sedikit tak memiliki rasa takut, sehingga perlu pembinaan secara kontinyu.”tutup Kepsek.

Yamin juga menambahkan, akan melaporkan kejadian ini kepada orang tua mereka.(***Rollink).