Ketidakhadiran Panitia Pilkades Kabupaten di RDP Kembali Disoroti Anggota DPRD

oleh -275 views
Suwandi Musa
Foto : Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Suwandi Musa,(foto Thoger).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Ketidakhadiran panitia pelaksana Pilkades Kabupaten Gorontalo pada rapat dengar pendapat (RDP) dugaan pelanggaran Pilkades kembali mendapat serotan dari anggota DPRD Kabupaten Gorontalo.

“Sebagaimana saya sampaikan kemarin-kemarin bahwa seharusnya ini diselesaikan oleh panitia pemilihan kabupaten. Tetapi kalau hari ini semua orang datang melapor ke DPR, dan panitia kabupaten se enaknya mereka, maka sekali lagi saya katakan bahwa DPR ini bukan tong sampah.” ujar Ketua Fraksi Hanura Suwandi Musa di ruang paripurna, Rabu 06/11/2019.

“Bukan semua masalah yang tidak bisa diselesaikan disana (Pemerintah_red) dikembalikan ke DPR. Ini kecenderungan mereka bahwa seolah-olah DPR yang salah dan dicaci maki oleh rakyat. Tapi tidak apalah, kendati mereka tidak ikut patungan agar kami bisa jadi anggota DPR.” sambung Suwandi.

Ditempat yang sama Anggota Komisi II Syarifudin Bano dari fraksi Demokrat ikut menyayangkan sikap Panitia Pilkades Kabupaten yang tidak hadir di RDP dugaan pelanggaran pilkades Kabupaten Gorontalo.

“Saya sangat menyayangkan sikap panitia Pilkades kabupaten selaku pelaksana tidak hadir di forum ini. Padahal ini tanggung jawab mereka. Sepertinya panitia kabupaten tidak becus mengurus pelaksanaan pilkades ini” kata Syarifudin Bano.

“Terkesan panitia kabupaten tidak mau tau kondisi real dilapangan. Padahal ujung-ujungnya panitia yang kena sasaran terhadap pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Syarifudin.

Pada rapat berikutnya Syarifudin meminta Ketua panitia pelaksana Pilkades Sekda Kabupaten Gorontalo sebagai penanggungjawab agar bisa hadir.

“Ini menjadi rekomendasi kita kepada pemerintah dalam hal ini Bupati agar kinerja panitia Pilkades kabupaten yang harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pilkades ini.” pungkas Syarifudin.(Rollink).