Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Tantang PDAM Tagih Iuran Pelanggan Menunggak

oleh
DPRD kabupaten Gorontalo
Foto : Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase, saat menerima kunjungan hajaran Direksi PDAM yang baru, belum lama ini. (foto Thoger/Suaralidik.com).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase tantang Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gorontalo, Salfian Rivon Hiola untuk menagih iuran pelanggan yang saat ini menunggak hingga mencapai kurang lebih 9 miliyar.

“Kita tantang direktur baru untuk segera menagih tunggakan yang kurang lebih 9 miliyar, baik itu instansi pemerintahan, maupun perorangan. Siapapun dia harus ditagih,” tegas Ketua saat menerima kunjungan jajaran direksi PDAM belum lama ini.

“Jikalau mereka tetap enggan membayar laporkan ke Kejaksaan, karena mereka sudah menggunakan air, tapi kewajibannya tidak dipenuhi,” sambung Ketua.

Syam T. Ase meminta agar PDAM memutuskan pelanggan yang bandel membayar iuran, baik pejabat, pengusaha dan masyarakat. Hal ini guna meminimalisir kerugian PDAM yang makin membengkak.

“Jika ada yang menunggak satu atau dua bulan diputuskan saja. Dan bukan hanya rakyat kecil yang diterapkan begitu, tapi pejabat dan ketua DPRD sekali pun diperlakukan hal yang sama,” tegas Syam.

“Jika tidak membayar putuskan, dan harus membayar tunggakan. Kami minta itu diterapkan, agar PDAM kedepannya sudah bisa memberikan kontribusi PAD untuk daerah ini,” imbuh Syam.

Menanggapi keinginan DPRD, Direktur PDAM Kabupaten Gorontalo, Selvian Rivon Hiola berjanji, di tahun 2020 dirinya akan membuat gebrakan baru untuk PDAM.

“Memang di tubuh PDAM lagi tidak sehat, seperti keuangan, operasional, pelayanan dan SDM. Tahun 2020 kami akan buat gebrakan baru.Tagihan PDAM sempat mengalami masalah. Untuk itu kami bersama Kejaksaan Negri Gorontalo akan memaksimalkan kerjasama tim penagihan guna mencapai target bersama,” tutur Direktur diruang kerjanya, Rabu 15/01/2020.

“Target kami tentu, mulai dari penurunan tunggakan, tapi semua harus bertahap. Untuk yang bandel ada langkah persuasif, dan terakhir langkah pemutusan meteran air,” .

Seperti yang dilansir media ini dari catatan laporan buku umur piutang air dan non air berdasarkan BPPL tahun 2008 sampai bulan Desember 2019, seluruh Unit PDAM Kabupaten Gorontalo mencapai Rp 8.068.785.740. yang terbagi di delapan kelompok atau golongan pemanggangan.

Berikut daftar kelompok pelanggan air beserta jumlah piutangnya.

1.  Kelompok Instansi 321 rekening, jumlah hutang Rp 466.865.500
2. Kelompok Khusus 2 rekening, jumlah hutang Rp 430.000
3. Kelompok Niaga Besar 207 rekening, jumlah hutang Rp 88.299.000
4. Kelompok Niaga Kecil 779 rekening, jumlah hutang Rp 191.397.800
5. Rumah Tangga A 32.953 rekening, jumlah hutang Rp 6.954.914.240
6. Rumah tangga B 3.062 rekening, jumlah hutang Rp 245.764.500
7. Sosial Khusus 346 rekening, jumlah hutang Rp 52.816.000
8. Sosisal Umum 170 rekening, jumlah hutang Rp 68.728.700.(Rollink).

IklanIklanIklan