Ketua DPW LSM Lidik Sulsel, Nilai Polres Kep. Selayar Tidak Profesional

oleh

Referensi Kutipan : Lidik Sulsel Portal News

Anggota Polres Kep. Selayar  dari  satuan Narkoba Polres Kep. Selayar  dan anggota Reskrim  serta Shabara  Pada  saat melakukan  penggerebekan di Rumah lelaki Baharuddin alamat Jln. Piare Tendean (Lorong belakang   Kantor Telkom) Kelurahan Benteng  Kabupaten Kep. Selayar  kamis tanggal 16  juli 2015, sekitar pukul 17.30 WITA.
ketua lidik sulsel
“Pekan lalu,  diduga tidak  Profesional  saat melakukan  penggerebekan dirumah  saya  karena  suami saya LK Baharuddin sebelum  di bawah kerumah  saya untuk dilakukan penggeledahan ,  suami saya di ambil didalam Lapas Kelas II.B. Kep. Selayar  yang mana  pada saat itu, kamis tanggal 16 juli 2015  Sekitar pukul 17.00 WITA. Suami  saya   sedang  membesuk kerabatnya ber nama Iwan, karena LK Iwan   yang  berada di dalam  Lapas, Kep. Selayar minta tolong dibawakan  Rokok, ahirnya LK Baharuddin Suami saya pun  masuk ke Rutan  membawakan rokok”.
“Belum cukup  lima menit  datanglah   Anggota Polres  dari Satuan  Rers Narkoba   menemui  suami saya  setelah ketemu  Anggota Polres pun  langsung  memanggil Lk. Baharuddin  sambil  mengatakan  “ayo kita  kerumahmu karena  rumah kamu mau digeleda”,  hal  ini dikatakan oleh Isteri LK Baruddin,  Siarah  alias Sia,  saat dikompirmasi oleh beberapa wartawan dan LSM dirumah kediamannya, kamis  30 juli 2015.
Lanjut kata Siarah  pada  saat itu  juga suami saya   digiring kerumah  dan pada  saat polisi datang   saya tidak liat karena saya berada diatas loteng sementara Sholat, ungkap Siarah,  Sementara  Kapolres Kepulauan selayar melalui Kasubag Humas Polres kepulauan selayar AKP Sarding, Jumat 31 juli 2015. Saat dikompirmasi  oleh beberapa wartawan  dan LSM. Membenarkan  dengan adanya penggeledahan dirumah LK Baharuddin kamis tanggal 16 juli 2015 sekitar pukul 17.30 WITA, dipimpimpin  oleh Kapolres kepulauan Selayar AKBP  Said Anna Fauzi.
Didampingi Kasat Narkoba AKP Ramli Bannu,  serta  Anggota Sat res Narkoba, Shabara dan anggota Reskrim, dan  pada saat rumah lk. Baharuddin di geleda disaksikan oleh pemerintah septempat RK, RT, dan masyrakat tetangga LK Bharuddin  dan saat pengeledahan  ditemukan  ada   enam  Paket kecil sabu-sabu yaitu  dua paket  kecil sabu -sabu ditemukan  didalam pot bunga dan empat paket kecil di di temukan dalam  bingkai foto, akhirnya LK Bahruddin  digiring ke Mapolres Kep. Selayar beserta barang bukti  untuk dilakukan penyelidikan,   dan tanggal 22 keluar surat perintah penahanan No.Pol:Sp.Han/15/VII/2015.
Dengan pertimbangan : Bahwa untuk kepentingan penyidikan dan berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh bukti yang cukup tersangka diduga keras melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan, tersangka dikwatirkan akan melarikan diri,merusak atau menghilangkan barang bukti danatau mengulangi tindak pidana  maka perlu dikeluarkan surat perintah ini.
Dasar. 1. Pasal 17 ayat ( 1) huruf 4,pasal 20. Pasal 1.pasal 22 dan pasal 24 ayat (1) KUHP.2. Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI. 3. Lpaoran Polisi Nomor : LP/171/VII/2015/sulsel/Res kep.selayar tanggal 16 juli 2015. 4. Surat Perintah penyidikan No.Pol : Sp.Sidik/19/VII/2015/RES Narkoba,tanggal 16 jul.2015. demi kian ungkap Sarding.
Sementara Ketua RK. Zainuddin  selaku pemerintah setempat saat dikompirmasi sabtu,1  agustus 2015 oleh  wartawan koran ini  membenarkan dengan adanya penggeledahan  serta penggerebekan oleh   anggota Polres kepulauan selayar  dirumah LK Baharuddin tanggal 16 juli 2015 sekitar pukul 17.30 WITA  dan saya selaku pemerintah telah menyaksikan penggeledahan tersebut dan ditemukan beberapa barang bukti yaitu, 6 paket sabu-sabu, dua paket  kecil ditemukan didalam pot bunga diatas meja di  ruang tamu, dan empat paket kecil ditemukan didalam bingkai Foto diatas loteng,  Rumah  LK Baharuddin adapun masalah LK Baharuddin  diambil dirutan itu saya tidak tau menahu  karena pada saat saya dipanggil petugas  untuk menyaksikan penggerebekan saat itu saya langsung menuju rumah lk.Bahar, sampai disana, saya meliat Kapolres dan kasat Narkoba berada diruang tamu dan  LK Baharuddin.
Setelah saya periksa semua tiga anggota polisi yang menggeleda mulai dari tangan kantong baju celanan dan dimpet, petugaspun melakukan penggeledahan dari ruang tamu dan keatas loteng kamar  LK Bharuddin setelah pukul 18.00 WITA anggota polisi menemukan dua paket  kecil sabu-sabu  didalam Pot bunga yang berada diatas meja ruang tamu  rumah,  setelah itu Kapolres pamit meninggalkan Rumah LK Baharuddin, dan  tinggal Kasat Narkoba AKP. Bannu. Yang  tinggal  beserta para anggotanya, akhirnya polisi yang sudah diluar untuk membawah LK Baharuddin. Meminta untuk kembali melakukan penggeledahan kembali naik diatas loteng disitulah ditemukan lagi empat paket  kecil sabu-sabu didalam bingkai foto.
Jadi jumlah barang bukti yang ditemukan polisi ada enam paket kecil dan sempat LK Baharuddin berkata, biar saya dibunuh atau ditembak matipun saya tidak  takut karena  saya sudah  tidak kerjakan lagi  memakai atau  jadi pengedar  sabu-sabu saya sudah lama berhenti, itu bukan barang saya , Saya  hanya  dijebak demikian dikatakan oleh ketua  Sainuddin, Saat dikompirmasi. Semenatar  itu Ketua Dpw. LSM. Lidik Sulsel. Imran Hasan menyesalkan  penggerebekan dan penangkapan terhadap LK Bahruddin yang dilakukan oleh anggota satuan Res Narkoba Polres kepulauan selayar, yang mana beberapa barang bukti yang disita  tidak ada hubungannya dengan Narkoba  seperti sejumlah uang puluhan juta, dan mobil milik LK Baharuddin, apa lagi barang bukti sabu-sabu yang didapat  di ruang tamu dalam pot bunga.
LK Baharuddin saat di periksa penyidik kata isteri Baharuddin Siarah beberapa barang  hartanya akan  disita polisi ini kan lucu karena tidak ada hubungannya dengan  kasus sabu-sabu yang didapat polisi saat penggeledahan, olehnya itu  saya mohon kepada  Propam Polda Suselbar  turun tangan  menyelidiki kasus penggrebekan  yang dilaskukan Polres kep. selayar yang tidak Frofesional. Apa lagi kata isteri LK Baharuddin,  mobil saya sudah dikembalikan namun uang yang sejumlah 80 juta lebih yaitu uang Proyek di Pulau Jampea yaitu Proyek pembangunan  pasar. Sampai saat ini belum dikembalikan padahal sejumlah saksi-saksi  sudah diperiksa di Reskrim polres Kep. Selayar, bahwa bukan uang sabu-sabu tetapi uang Proyek tandas Imran Hasan. (Bs)