Ketua LMPI Sul-Sel Pelaku Intimidasi Terhadap Ketua Bidang Investigasi Harus Di Proses Hukum

oleh
Ketua LMPI Sul-Sel

Lidik Makassar – Laporan kasus dugaan korupsi  bidang investigas dan pemberantasan korupsi laskar merah putih indonesia sulawesi selatan pada akhir desember 2016 lalu di Kejaksaan tinggi sulawesi selatan  terkait proyek pembangunan rehabilitasi pasar lauwa kecamatan biringbulu dengan anggaran 1.883.926.000 dari dana alokasi khusus kementrian perdagangan tahun 2016  yang di kerjakanoleh cv.mutiara perkasa dimana pekerjaannya terkesan asal-asalan berbuntut panjang. Sabtu (18/03/2017)

Ketua LMPI Sul-Sel

ketua bidang investigasi dan pemberantasan korupsi, Laskar merah putih indonesia sul-sel Andika ali kanji mendapatkan intimidasi dari Daeng beta salah satu pekerja dari  kontraktor Cv. Mutiara perkasa yang mengerjakan proyek tersebut dengan melakukan perbuatan yang tidak nyaman sehingga pelaku yang beralamat di dusun panggawarrang kelurahan lauwa kecamatan biringbulu kabupaten gowa di laporkan ke polsek Biringbulu pada 1 maret 2017 dengan bukti laporan polisi nomor :TBL/05/III/2017.

Sejalan dengan itu ketua LMPI sul-sel Andi Nur Alim meminta kapolsek biringbulu dan kapolres gowa memproses daeng beta sebagai pelaku yang membuat perasaan korban andika ali kanji bersama keluarganya tidak nyaman sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

Seharusnya pelaku intimidasi daeng beta tidak melakukan intimidasi kalau memang pekerjaannya tidak mengalami masalah karena perbuatan intimidasi adalah perbuatan kampungan yang tidak terpuji “pelaku harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya dihadapan penyidik kejaksaan”.Tegas andi nur alim

Bongkar Sapaan Akrab Andi Nur Alim juga berharap kejaksaan tinggi sulawesi selatan memproses kasus tersebut sampai ke meja hijau apabila masih di butuhkan bukti tambahan tim investigasi LMPI Sul-Sel tetap terbuka untuk membantu demi tegaknya supremasi hukum.”Tutupnya (Adhe)

Editor : Adhe