,

Ketua LSM Lidik Pro Parepare Menduga Ada PPTK Yang Korupsi Disalah Satu Kantor Dinas di Pinrang

oleh -

Pinrang, Suaralidik.com – Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran proyek pengadaan salah satu instansi di Kabupaten Pinrang kembali berhembus. Penyalahgunaan dana anggaran proyek ini diduga dilakukan oleh oknum ASN untuk kepentingan pribadi.

Menurut Ketua LSM Lidik Pro Parepare AR. Arsyad, SH atau biasa dipanggil Acha Doel, dugaan penyalahgunaan dana anggaran ini terkait pengadaan ban kendaraan dinas disalah satu instansi pemerintahan di Kabupaten Pinrang yang dilakukan oleh PPTK nya pada tahun anggaran 2018 bulan April sampai dengan Agustus.

SMKN 1

“Saya ada data valid dari tim investigasi saya”, ucap Acha. “Dana ini disalahgunakan saat terjadi transaksi dengan rekanan, jadi ada pemotongan dari setiap transaksi yang bernilai puluhan juta rupiah”, tegasnya.

Dikonfirmasi lebih lanjut mengenai pemotongan yang dimaksud, Acha memberikan keterangan bahwa ada 3 kali transaksi dengan rekanan.
Tahap pertama pada bulan Mei 2018, dana dicairkan sekitar 60,4jt dan diberikan ke rekanan sekitar 43,175jt sedang PPTK mengambil sekitar 17,225jt.

Tahap kedua bulan Juli 2018 dana dicairkan sekitar 55,175jt dan diberikan ke rekanan sekitar 42,550jt sedang PPTK mengambil 12,625jt. Tahap ke tiga bulan Agustus 2018, dana dicairkan sekitar 87,5jt dan diberikan ke rekanan sebesar 60,775jt sedang PPTK mengambil sebesar 26,725jt.

Mirisnya menurut Acha bahwa dana yang dicairkan tersebut tanpa sepengetahuan oleh Kepala Dinas terkait hanya karena oknum PPTK ini merasa dirinya dekat dengan keluarga petinggi Pemerintah Daerah Pinrang. Dana tersebut cair atas inisiatif PPTK itu sendiri.

“Jadi dana itu dicairkan tanpa sepengetahuan Kepala Dinas namun hal itu akan kami selidiki lebih lanjut”, ujar Acha. “Kalau oknum berani melakukan itu hanya karena dekat dengan pejabat, maka saya akan lebih senang untuk membongkarnya”, tegasnya kembali.

Terkait dengan instansi mana yang dimaksudkan, Ketua Lidik Pro Parepare menyampaikan, tunggu saja info selanjutnya. (RIS)