Ketua PKB Lutra Ungkap Masyarakat Luwu Belum Merdeka, Alokasi Kebijakan Timpang

oleh

LUWU – Kawasan Luwu Raya merupakan daerah potensial akan sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Kendati demikian, potensi tersebut belum dioptimalkan seiring dengan pembangunan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PKB Luwu Utara, Riswan Bibbi dalam Rakorwil Pemenangan NH-Aziz PKB Sulsel di Hotel Singgasana, Selasa (12/12/2017).

“Kami dihadapkan pada jalanan seolah kami belum merdeka. Sedangkan Luwu Raya selama ini sebagai salah satu potensi dan penyangga pembangunan ekonomi di Sulsel,” keluhnya.

Ia pun memuji niat majunya NH bertarung pada Pilgub Sulsel demi pengentasan ketimpangan yang terjadi di kampung-kampung. Dukungan kepada NH-Aziz kian menguat karena Luwu Raya turut menjadi  prioritas pasangan ini.

“Memang pak NH maju karena nawaitu, keikhlasan yang tinggi supaya Sulsel lebih  maju ke depan. Makin memberikan kepercayaan kepada masyarakat Tana Luwu karena akan mendorong Luwu Raya menjadi provinsi demi pemerataan pembangunan dan keadilan,” pujinya.

Sementara itu, NH berujar, potensi Luwu Raya memang tidak sepantasnya disia-siakan. Ia menyebut, prinsip warisan leluhur Luwu yaitu “wanua mappatuo naewae alena” bukan sekadar jargon.

“Sebagai daerah yang sangat potensial, Luwu Raya bisa membangun dan memodernisasi dirinya dengan kemampuan SDA dan SDM,” terangnya.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini menilai, alokasi kebijakan pemerintah saat ini mengalami ketimpangan dan tidak proporsional. Imbasnya, pembangunan kesejahteraan Luwu raya menjadi terhambat.

“Faktanya, ada sumber daya cokelat di Luwu, tapi pabriknya di Gowa. Kita pun harus impor cokelat, makan cokelat nanti dari Singapura, Jepang, Paris,” terangnya.

Demi akselerasi pembangunan tersebut, NH kemudian turut mendukung pemekaran Provinsi Luwu Raya. Langkah tersebut juga telah dilakukan NH saat menginisiasi pemekaran Provinsi Sulawesi Barat.