Ketua TP-PKK Boltim : Mendidik Anak Dengan Kekerasan Menghambat Pertumbuhan Mereka

Foto : Ketua TP PKK Boltim Ny. Nursiwin Y. Dunggio bersama pengurus PKK,(foto istimewa).

BOLTIM, Suaralidik.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar kegiatan penyuluhan pola asuh anak remaja tahun 2019. Bertempat di Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kamis (22/8/19).

Giat tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP-PKK Boltim, Ny. Nursiwin Y. Dunggio. Dihadiri utusan dari TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara (sulut) yang membidangi Kelompok Kerja (Pokja) 1, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Boltim, serta seluruh ibu-ibu pengurus PKK tingkat Kecamatan dan Desa se-Kab. Boltim.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP-PKK Boltim, Nursiwin Dunggio mengatakan, pesatnya perkembanan teknologi membawa dampak pada pola pengasuhan terhadap anak. Orang tua mengalami kegelisahan lantaran merasa tidak mampu memberi pengasuhan yang baik.

”Penelitian komisi perlindungan anak Indonesia menunjukan hanya 25% orang tua yang belajar tentang pengasuhan. Padahal, ketidakmampuan orang tua menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak juga berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. Ketidakmampuan itu ditandai dengan pengasuhan anak yang disertai kekerasan fisik, mental, seksual, dan penelantaran. Hal ini akan menghambat tumbuh kembang anak,” terang Dunggio.

Inilah yang mendasari, Lanjutnya, TP-PKK Boltim menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pola asuh anak remaja.

”Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas orang tua agar mampu melakukan fungsi pengasuhan yang baik seperti mendidik, memelihara dan melindungi anak dengan baik. Peran dominan dalam pembentukan karakter anak berasal dari keluarga,” Harapnya.

Ditambahkannya, adanya batasan komunikasi antar anak dan orang tua membuat anak lebih memilih bermain Gawai/Gedget. Padahal adeksi tersebut membawa dampak buruk bagi anak.

”Maraknya permainan dalam Gedget yang berbau kekerasan seperti memukul, melukai, dan lain sebagainya, ternyata dapat menjadi referensi anak dalam menyelesaikan masalah. Seringnya anak beraktifitas dengan Gawai juga mengurangi kepekaan sosial,” tukas Dunggio.(Bob).

News Publicated on : 23/08/2019 20:35

Share

Terbaru

TKD, TPP Non Sertifikasi dan Honor GTT Dikbud Bolmut Belum Cair, Ini Seruan Mulyadi Pamili

BOLMUT, SuaraLidik.com - Keterlambatan pembayaran Tunjangan Kesejahteraan Daerah (TKD), Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Non Sertifikasi dan Honor bagi Guru Tidak…

2 jam lalu

Sikembar warga Kenarie, Diamankan Resmob Pinrang, karena Curanmor

Pinrang, suaralidik.com — Team Crime – Fegters Unit Resmob Pinrang kembali berhasil amankan dua pelaku pencurian sepede motor (Curanmor) di…

2 jam lalu

Andi Sudirman Sulaiman Kunjungi Pesantren Darul Istiqamah Maccopa

Maros, Suaralidik.Com — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi pesantren Darul Istiqamah Maccopa. Kunjungan kerja ini diterima langsung oleh…

4 jam lalu

Satpol PP Kabupaten Pinrang, Razia THM Dan Miras

Pinrang, suaralidik.com - Operasi Miras yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Pinrang kembali digelar di beberapa Tempat Hiburan Malam (THM), Sabtu…

7 jam lalu

Yamaha dan Semut Sukses Gelar Dangdut Expression di Bontonyeleng

Bulukumba, Suaralidik.Com -  Event yang sangat luar biasa yang dilaksanakan oleh Yamaha PT SURACO JAYA ABADI MOTOR dan DPP SEMUT…

10 jam lalu

Wagub Hadiri Dies Natalis Teknik Unhas

Makassar, Suaralidik.Com — Memperingati hari jadi Ke 59, Fakultas Teknik Unhas mengadakan Dies Natalis Ke 59 dengan tema "Addressing The…

1 hari lalu

This website uses cookies.