Ketum GP Ansor, Lawan kelompok Yang Mau Merubah Bentuk Negara Indonesia

oleh

Lidik Makassar – Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H. Yaqut Cholil Qoumas, membakar semangat ribuan kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Indonesia saat Apel Akbar Kebangsaan Untuk Pancasila dan NKRI di Taman Makam Pahlawan Makassar, Jalan Urip Sumohardjo Makassar, Kamis (23/03/2017)

Jika hari ini ada yang coba-coba merubah ideologi Indonesia, sama halnya telah menginjak-injak kehormatan kyai kita yang telah mengorbankan darah dan nyawanya. Sehingga tak ada kata lain selain lawan, lawan, dan lawan!” tegas Yaqut saat memimpin upacara.

Yaqut mengungkapkan, Indonesia ini didirikan para kyai-kyai yang juga mendirikan Nadhlatul Ulama (NU) seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahab Chasbullah dan banyak kyai lainnya.

NU didirikan sebagai sarana atau wasilah yang tujuannya tak lain adalah untuk mendirikan Indonesia. Tentu dengan banyak pertimbangan salah satunya adalah sudah sesuai syariah,” ungkap anggota DPR RI ini.

Sehingga menurutnya, kalau ada kelompok yang mau ubah bentuk negara Indonesia sebagai negara islam itu adalah kelompok-kelompok yang pikirannya bodoh dan sesat, sebab Indonesia sudah sesuai syariat islam.

Yaqut mengatakan selama ini banyak kelompok menertawai sikap Nadhlatul Ulama beserta badan otonomnya tapi hal itu dianggap biasa. NU dihina tak marah, dimaki tak sakit hati.

Kita tak peduli karena kita yakini tak ada Indonesia kalau tak ada Sabang sampai Merauke, tak ada Indonesia kalau tak ada Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu. Itulah khasanah kita,” jelas Yaqut.

Yaqut melanjutkan, ini peringatan buat mereka yang di luar sana, yang terus mengganggu dan merongrong negara ini. “Bukan hanya tentara polisi, tapi kita kader NU akan berada di depan jika mereka berani mencoba. Kita tak pernah takut mati membela NKRI,” tegas dia.

Saya harap ini jadi komitmen kita bersama, tak usah ragu, Allah Swt sudah janjikan kepada kita semua, ketika kita gugur di medan perang tak ada tempat layak selain surga,” ungkap Yaqut.

Ketua GP Ansor Sulsel, H. Muhammad Tonang Cawidu, dalam sambutannya mengatakan Taman Makam Pahlawan memang sengaja dipilih sebagai tempat upacara. Sebab di tempat itu, kata dia, ada pendiri NU dimakamkan yakni Andi Djemma dan Andi Mappanyukki.

Ini untuk menjaga tradisi kita yakni ahlussunnah wal jamaah. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kader Banser GP Ansor yang telah membantu kesuksesan acara ini” tutur Tonang.

Dalam apel tersebut, Mursyid Jamiyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassary, Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka, disematkan penghargaan atas jasa pengabdiannya selama 25 tahun di GP Ansor.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat dan pemuda hadir dalam acara tersebut. Hadir pula perwakilan NU dan banomnya, di antaranya IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat, dan PMII, serta sejumlah santri pondok pesantren.

Editor : Adhe