Ketum GSM : Slogan Kerja Nyata Petahana Hanya Pembodohan Publik dan Pencitraan Pilkada

oleh
Nurhidayatullah B. Cottong
Ketua Umum Gerakan Sinjai Muda, Nurhidayatullah B. Cottong

MAKASSAR,suaralidik.com – Pasca debat perdana pilbup Sinjai, Ketua Umum Gerakan Sinjai Muda, Nurhidayatullah B. Cottong kembali mengingatkan petahana janji-janji politiknya, yang beberapa waktu lalu ia katakan kalau petahana hanya manis dimedia saja.

Menurutnya, klaim petahana disejumlah rilis media dan tagline “KERJA NYATA” hanya pembodohan publik dan semata produk pencitraan pemilukada, sebab, menurut data yang kami peroleh dari kementrian sosial dimana data itu berasal dari dinas Sosial Kabupaten Sinjai, warga miskin semakin bertambah, dari tiga tahun terakhir pada tahun 2015 berjumlah 1286 KPM dan tetap berada pada jumlah yang sama di tahun 2016, tidak ada penurunan. Di tahun 2017, bukannya malah menurun, tetapi data tersebut melonjak 3x lipat lebih banyak menjadi 4978 KPM, naik 3692 KPM. Di tahun 2018, bertambah 145 KPM menjadi 5123 KPM warga yang tergolong miskin.

Terhitung, semanjak kepemimpinan SBY, kemiskinan di Sinjai mencapai 8712 KPM. Tujuh kali lipat bertambah sejak tahun 2015 tahun pertama ia memimpin, Imbuh Hidayat.

“ini yang kami protes keras slogan kerja nyata itu palsu, kami tidak mau rakyat nyata-nyata dikerjaian dengan slogan dan gembor-gembor penghargaan tetapi data dan fakta berbicara lain” Kata Hidayat, Rabu (25/04).

Indikator berkurang atau tidaknya angka kemiskinan adalah indikator utama dari sebuah klaim keberhasilan pembangunan baik pembangunan fisik maupun non fisik.

“kalau klaim tambah sejahtera buktinya kenapa tambah banyak orang miskin di sinjai? Kalau klaim bilang lapangan pekerjaan kenapa tambah banyak orang yang tidak berpenghasilan atau tidak bekerja attau orang yang butuh di santuni alias orang miskin? Kalau pertumbuhan ekonomi meningkat kenapa malah tambah banyak orang miskin di sinjai? Kalau klaim kerja nyata? Dimana kerja nyatanya? tambah banyakji orang miskin selama jadi bupati? Kan lucu kalau begitu” Jelas Hidayat.

Berarti output dengan segala program yg dia bikin baik pembangunan fisik mau non fisik itu tidak ada? Kata hidayat, artinya selaku bupati yg punya kewenangan mengelola APBD sinjai dengan angka plus minus 1 Trilyun pertahun dan yang di gembor gemborkan tidak ada hasilnya mungkin saja hanya segelintir orang yg menikmati APBD tersebut, kami tidak menuduh atau menjustifikasi tapi itulah nyatanya, bukan orang miskin yang nikmati.

Lanjut, ia menegaskan lantas subtansinya yang harus merasakan dari rakyat untuk rakyat dimana? Karena APBD itu adalah uang rakyat, dan bupati punya kewenangan mengelola APBD (menyusun program) sebanyak 5 kali (5th) dalam 1 periode masa jabatan. Berarti kurang lebih 5 trilyun tetapi hanya sederet penghargaan tapi faktanya angka kemiskinan semakin bertambah?

“Perihal contoh fakta dilapangan nda usahlah saya sebut satu persatu, silahkan liat dimedia kalau malas blusukan kemasyarakat, bahkan ada warga miskin, sudah tergolong miskin masih susah dapat raskin, kan kasian” Ucap Hidayat.

“Jadi apanya yang kerja nyata? Jadi kami Kesimpulan itu pembohong publik dan hanya produk pencitraan pemilukada, kami harap ini menjadi PR buat petahana dan semua kandidat tanpa terkecuali, program yang diusung mengutamakan kesejahteraan rakyat bukan memperbanyak tugu atau bangunan tak berfaedah lainnya” Tutupnya. (***HDY)