Ketum HMI Bulukumba: Kapolres Mundur Saja Kalau Tak Mampu Usut Penghina Lembaga Kami

oleh

BULUKUMBA, SUARALIDIK.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba, Rakhmat Fajar mendesak mundur atau copot Kapolres Bulukumba, AKBP Muh Anggi Siregar, jika tak mampu menangani kasus dugaan penghina lembaga HMI di Media Sosial.

“Kalau tidak bisa, yah copot saja. Tapi saya yakin polisi tidak takut untuk mengusut tuntas kasus ini. Polisi harus memperlihatkan integritasnya, ” kata Fajar di Sektetariat HMI Bulukumba. Kamis (6/7/).

Ketua bersama pengurus HMI Bulukumba.

Menurutnya, jika hanya kasus seperti ini tak bisa ditangani penegak hukum yang dinilai jelas melanggar aturan Undang-Undang tentang Informasi, Dan Transaksi Elektronik (ITE) bagaimana dengan kasus lainnya seperti berbagai kasus korupsi yang juga ia nilai lamban penanganannya.

“Saya yakin pak Kapolres ini orang hebat, tapi kalau tak bisa menangani kasus ini sungguh disayangkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fajar mengatakan kinerja Kepolisian saat ini dinilai sangat bagus, khususnya dalam penanganan masalah pelanggaran ITE, seperti contoh penanganan kasus di Mabes Polri banyak mengamankan para pelaku pelanggar UU ITE.

“Intinya kalau di Polres tidak bisa, kita akan dorong ke tingkat Polda,” Tegas Fajar.

Sebelumnya, puluhan kader HMI Bulukumba menggelar aksi protes di depan Mapolres Bulukumba. Rabu (5/7).

Pada aksi tersebut, sempat terjadi ketegangan ketika puluhan kader HMI memaksa bertemu Kapolres yang sedang tak berada di tempat.

Ketegangan reda setalah akhirnya, Kapolres Bulukumba menemui puluhan kader HMI tersebut.

“Saat ini, saksi bisa langsung di periksa. Tidak usah copot-copot Kapolres, kan nantinya saya akan pindah, cuma tidak tau waktunya kapan, hargai proses hukum. Kita akan periksa saksi ahli tata bahasa dan fakar telematika. Intinya berikan kami waktu untuk memproses ini,” tegas Kapolres Bulukumba, AKBP Muh Anggi Naulifar Siregar di hadapan pengunjukrasa.

Seperti diketahui, HMI cabang Bulukumba, telah telah melaporkan akun Facebook bernama Musafir Bulukumba pertengahan Juli kemarin. Dalam laporannya, bukan hanya akun Musafir Bulukumba yang terlapor, akun bernama Aiwan juga ikut dilaporkan.

Terpisah, pemilik akun Musafir Bulukumba kepada media mengaku, apa yang dituduhkan kepadanya tidak benar.

“Saya tidak pernah menghina lembaga HMI apalagi saya ini bagian dari pendiri HMI di Bulukumba,” Tandas Musafir kepada wartawan. (RED 4)