Kinerja Disdukcapil Bulukumba Disorot Warga, Ini Saran Dari Sekjen Lidik Pro

oleh
Kepala Dinas Disdukcapil, Andi Muliati, turun langsung melayani

Suaralidik.com — Adanya berbagai keluhan warga di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulukumba, baik dari sektor pelayanan maupun sarana, membuat Sekertaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Nasional LSM Lidik Pro, Darwis angkat bicara.

Menurutnya, saat ini kinerja Disdukcapil sudah cukup memadai namun perlu penegasan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bulukumba Dalam membantu dari segi sarana dan prasarana, termasuk penyediaan kantor yang lebih layak dan lebih baik sehingga mampu menampung sejumlah kepentingan masyarakat yang ada di 10 Kecamatan.

Kepala Dinas Disdukcapil, Andi Muliati, turun langsung melayani warga di hari pertama kerja pasca libur hari raya Idul Fitri 2017.

Saat ini pembagian jadwal waktu dan tanggal per Kecamatan sudah ditetapkan namun belum mampu mengatasi persoalan-persoalan yang dianggap mampu memberikan pelayanan yang maksimal.

“Saya selaku Sekjen DPN LSM lidik pro rakyat nusantara meminta kepada Bupati Bulukumba, Andi Muhammad Sukri Sappewali untuk menyediakan lahan terkait dengan persoalan pembangunan kantor Disdukcapil yang ada di Kabupaten Bulukumba karena yang nampak saat ini sudah jelas sangat tidak layak untuk standar pelayanan yang maksimal,” ujar Darwis di Kantor DPD Lidik Pro Bulukumba. Senin (3/7/17).

Sementara Kepala Disdukcapil, Andi Muliati mengakui saat ini kantor yang di pimpinpinnya memang kurang sarana dan prasarana termasuk status kantor itu sendiri yang berstatus pinjaman yang sampai saat ini belum ada win solusi dari Pemerintah setempat.

“Saya akui, standar pelayanan di sini (Disdukcapil) memang masih minim, tapi saya akan berusaha berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Disisi lain, warga selalu membludak di kantor pelayanan ini. Seperti yang terjadi pada hari ini, Senin 3 Juli 2017 yang merupakan hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran. Antrian warga padat merayap di kantor tersebut, kebanyakan dari mereka datang berbondong menagih KTP yang tak kunjung terbit. (*)