banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Berita  

Klarifikasi Soal Pernyataan Kepsek SDI Unggulan BTN Pemda, Ketua K3S Rappocini : Hasil Rapat Mereka Setuju

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Rappocini, Dr. Jusman, S.Pd, M.Pd.

Makassar, SuaraLidik.com – Terkait pernyataan dari Kepala UPT SPF SDI Unggulan BTN Pemda, Isman, S.Pd, M.Pd di media online beberapa hari yang lalu, mengenai riak penggunaan dana BOS dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar yang ke 415, membuat polemik di satuan pendidikan.

Dimana Isman dalam keterangannya di media online mengatakan bahwa, awalnya Kadisdik Makassar mengumpulkan K3S dan diperintahkan satu sekolah untuk mengutus satu siswa sebagai peserta.

Lanjut ia menjelaskan, awalnya dana peserta ditanggung oleh K3S, tapi kemudian ada perubahan, sehingga dibebankan oleh masing-masing sekolah. Namun katanya, perubahan ini tidak disampaikan kepada kepsek masing-masing termasuk SDI Unggulan BTN Pemda.

Selain itu, Isman juga membeberkan ini murni kesalahan K3S yang tidak menyampaikan perintah panitia dari Dinas Pendidikan bahwa penari dari sekolah 1 atau 2 anak saja yang ditunjuk SDI Unggulan BTN Pemda dari 20 orang penari, dan akan memberikan bantuan berupa dana, tapi bantuannya tidak maksimal.

Menanggapi pernyataan Isman, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Rappocini, Dr. Jusman, S.Pd, M.Pd angkat bicara. Beliau mengatakan bahwa kalau di Kecamatan Rappocini itu tidak ada penunjukan, tetapi kita rapatkan dan semua kepala sekolah ikut untuk menentukan siapa yang mau ikut.

Akhirnya kata Jusman, setelah selesai rapat yang dipimpin Sekretaris K3S di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, maka diputuskan bersama yang mengikuti tarian gandrang bulo di HUT Kota Makasar adalah SDI Unggulan BTN Pemda dan SDI Cilallang.

“Jadi ini tidak ada penunjukan sekolah, akan tetapi ini keputusan bersama, dan pihak SDI Unggulan BTN Pemda dan SDI Cilallang setuju mewakili Kecamatan Rappocini,” tegas Jusman saat ditemui diruangan kerjanya, Selasa (22/11/2022).

Mengenai anggaran, lanjut Jusman mengungkapkan bahwa sebenarnya kita sepakat untuk membantu meringankan beban pembiayaan.

“Jadi dana yang terkumpul dari partisipasi K3S kurang lebih 1 juta. Itu yang dipakai untuk transport pendamping anak-anak. Sedangkan untuk pakaiannya harus kembali di sekolah, karena itu kan bisa menggunakan dana BOS kalau memang untuk pengembangan bakat siswa,” jelasnya.

Selain itu ia menambahkan, penggunaan dana Bos bisa digunakan selama kegiatan pelatihan dalam pengembangan.

“Jadi untuk kegiatan pelatihan pengembangan bakat baik tari maupun olahraga bisa dibayar lewat dana BOS,” pungkasnya.