KNPI dan LIDIK PRO Kecam Pola Represif Satpol PP Bulukumba Aniaya Mahasiswa

oleh
Mahasiswa KKMB dianiaya Satpol PP Bulukumba dan berdemo di depan kantor Bupati Bulukumba. Senin (18/9/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bulukumba, Idil Akbar, mengecam tindan refresif yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bulukumba dalam mengawal aksi Unjuk Rasa puluhan Mahasiswa asal Makassar pengurus KKMB. Senin (18/9/17) kemarin.

Mahasiswa KKMB dianiaya Satpol PP Bulukumba dan berdemo di depan kantor Bupati Bulukumba. Senin (18/9/17).

Menurut Idil, Pola yang digunakan oleh Satpol PP sudah mencederai demokrasi dan hak menyampaikan pendapat di muka umum.

“Apa salah adik-adik Mahasiswa kita, mereka hanya ingin menagih janji Bupati, kok diperlakukan seperti itu, niat mereka baik,” ujar Idil di Warkop Duatellue, Bulukumba. Selasa (19/9/17).

Senada dengan Ketua KNPI Bulukumba, Sekertaris Jendral Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) Muh Darwis K, juga mengecam tindakan anarkis Aparat Pemerintahan tersebut.

“Kita mengecam dan mengutuk keras prilaku anarkis dari Satpol PP. Saya kira di era demokrasi sekarang menyampaikan pendapat itu adalah hak warga negara. Dan saya yakin dan percaya adik-adik kita juga dalam konteks untuk menyampaikan pendapat dan tidak ingin melakukan tindakan diluar itu,” ucap Darwis.

Darwis menambahkan, dalam insiden tersebut Pimpinan daerah harus mengevaluasi kinerja dari Satpol PP.

“Harus ada yang bertanggung jawab. Jangnan hanya terus memberi pelatihan fisik Satpol PP kita saja, pelatihan psikologi juga harus dilakukan, apalagi mereka aparat pemerintahan, jangan tempramen begitu, kasihan Mahasiswa,” terangnya.

Mahasiswa KKMB bentrok dengan Satpol PP Bulukumba. Senin (18/9/17).

Diberitakan sebelumnya, demonstrasi tagih janji Bupati yang berlangsung di depan kantor Bupati Bulukumba, Jl. Jendral Sudirman berujung bentrok antara Mahasiswa dengan Satpol PP. Aparat Satpol PP yang terprovokasi tiba-tiba menyerang kelompok mahasiswa saat negosiasi. Polisi yang juga turut mengawal jalannya aksi juga sempat dibuay geram dengan tindakan Satpol PP.

Sementara, akibat bentrokan sejumlah mahasiswa mengalami luka lebam dan memar karena dianiaya Satpol PP.

““Kami tidak terima tindakan represif aparat Satpol PP yang dengan sengaja melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap peserta kami. Kami tidak akan tinggal diam, kami segera laporkan kejadian ini di pihak berwajib,” kata ketua KKMB komisariat Unismuh, Tri Ilham Jaya. (Ar/ *)