Komisi D, DPRD Bulukumba Tantang Nasyiatul Aisyiyah Untuk Kawal Isu Stunting

oleh
Nasyiatul Aisyiyah
Dok : Kegiatan Seminar Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Bulukumba yang bertempat di Ruang Pola Pemkab BulukumbaJum'at 6 April 2018 - Suaralidik.com

Bulukumba,suaralidik.com – Kegiatan Seminar Kesehatan Dengan tema “Cegah Stunting dengan Gizi Seimbang sebagai Investasi Generasi Berkualitas” oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Bulukumba yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba pada hari Jum’at 6 April 2018 terhitung berjalan sukses.

Baca Juga : Besok, PDNA Bulukumba Gelar Seminar Kesehatan, Donor Darah dan Launching Pashmina

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai elemen mulai dari siswa SMP dan sederajat, SMA dan sederajat, Mahasiswa, Kelompok Majelis Taklim, OKP serta ORMAS ISLAM. Selain itu seminar ini menghadirkan Narasumber dari Komisi D DPRD kabupaten Bulukuma oleh Fahidin HDK, S. Pdi., Kepala Dinas Kesehatan Oleh dr. Gaffar, M. Epid serta Dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah oleh Ustazd H. Sumardi Sahari.

Dalam kesempatannya, dr. Gaffar memaparkan bahwa Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Menurut data menunjukkan ada dua Desa yang angka stuntingnya tinggi yakni Ponre sebanyak 48 orang lalu disusul Bontonyeleng sebanyak 47 orang. Tentu ini menjadi perhatian untuk bagaimana kedepan angka stunting ini bisa di cegah karena menurut pemaparan beliau stunting itu tidak bisa di obati namun bisa di cegah dengan cara salah satunya memberikan tablet penambah darah terutama kepada anak remaja perempuan serta menggalakkan gerakan Gerkan Masyarakat Sehat dengan cara olahraga rutin, perbanyak makan buah dan sayur serta rutin memeriksakan kesehatan.

Komisi D DPRD, FAHIDIN menyampaikan bahwa isu stunting ini sebenarnya bukan hanya menjadi isu nasional namun juga merulakan isu internasional yang mana kita harus mampu melakukan upaya pencegahan. Ia manyampaikan bahwa DPRD melalui komisi D akan melakukan upaya dalam mencegah anak mengalami stunting. Sebab menurutnya, stunting ini sebenarnya terjadi di sekeliling kita tanpa kita sadari dan mau peduli padahal gejala stunting ini dapat menghambat kemampuan daya saing seorang anak. Untuk “kami sangat apresiasi kegiatan yang di lakukan Nasyiatul Aisyiyah dan kami berharap PDNA aktif melakukan kegiatan dalam baik itu seminar, Dialog, diskusi dan kami berharap Nasyiatul Aisyiyah bersama membantu DPRD dalam hal merancang Perda Inisiatif tentang upaya pencegahan stunting ini. Karena dengan adanya Perda, secara tidak langsung untuk intervensi anggaran akan mudah untuk kita tambahkan khusus untuk menangani masalah ini, tutupnya.

Sementara itu Ustazd Sumardi yang merupakan praktisi dan Dosen Herbalogi memaparkan tentang Islam dan Stunting. Beliau mengutip salah satu ayat dalam Quran yang artinya:
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 9)

Untuk itu Ia menyampaikan bahwa sebagai umat Islam sudah seharusnya menjaga kesehatannya, mengkonsumsi makanan yang baik dan bergizi. Menurut beliau sebagai ahli herbalogi, ada banyak bahan makanan di sekitar kita yang mengandung nutrisi yang tinggi diantaranya daun kelor, katuk dan jika perlu untuk ibu hamil agar rajin mengkonsumsi kurma yang memiliki kandungan gizi yang banyak.

Di akhir sesi, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah oleh Satnawati menyampaikan bahwa kedepan PDNA akan membuka Posko PASHMINA yang baru saja di launching, dimana di sana akan ada upaya Preventif, promotif dan edukatif yang melibatkan langsung remaja dalam masalah Stunting ini, tutupnya. (***CitizenReporter/BCHT)