Komunitas Ibu Ibu Pitusunggu Pangkep Dukung Ina Kartika Sari Menjadi Ketua DPRD Sulsel

oleh -0 views
Anggota DPRD Sulsel, Ina Kartika Sari menggelar sosialisasi Perda no.1 tahun 2016 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah di Desa Bontosunggu, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep (8/9/2019)
Anggota DPRD Sulsel, Ina Kartika Sari menggelar sosialisasi Perda no.1 tahun 2016 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah di Desa Bontosunggu, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep (8/9/2019)

Pangkep,suaralidik.com – Anggota DPRD Sulsel, Ina Kartika Sari  mendapat dukungan menjadi Ketua DPRD Sulawesi selatan dari kelompok ibu ibu kreatif saat menggelar sosialisasi Perda no.1 tahun 2016 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah di Desa Bontosunggu, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep (8/9/2019)

Kegiatan yang  di hadiri tokoh tokoh masyarakat, kelompok remaja kreatif, serta ratusan ibu ibu  masyarakat desa Bonto sunggu kecamatan Ma’rang mendadak ramai ketika pembawa acara menyebut Ina Kartika Sari sebagai calon ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024.

Ina Kartika Sari dalam mengawali sambutannya mengucapkan terima kasih atas dorongan dari ibu  ibu menjadi ketua, tapi beliau menyerahkan  sepenuhnya pada mekanisme partai Golkar.

Lanjut, Ina Kartika  mengatakan bahwa alasan sosialisasi Perda ini, adalah salah satu tujuannya adalah mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Tujuan tersebut ditetapkan sebagai komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan ketidakadilan gender  terutama yang kerap menimpa perempuan.

” Pentingnya aspek gender dalam pembangunan mendorong pemerintah untuk menurunkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki.” Terang Ina Kartika

Kegiatan Sosialisasi Perda di hadiri tokoh tokoh masyarakat, kelompok remaja kreatif, serta ratusan ibu ibu masyarakat desa Bonto sunggu kecamatan Ma’rang

Sementara itu, pemateri Syaifullah Syahabuddin dalam pemaparannya menjelaskan Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mencapai kesetaraan gender didasari oleh data dan fakta yang menunjukkan bahwa masih terdapat permasalahan gender di Sulawesi Selatan dan jika diabaikan, dapat menjadi penghambat proses pembangunan di Daerah ini.

” Maka dari itu, perlu upaya upaya strategis agar kaum perempuan harus  dapat memperoleh akses, partisipasi dan kesempatan yang setara dengan laki-laki.” tegas Syaiful yang juga pemerhati pekerja Pangkep.

Salah satu pelaku, dari kelompok usaha ibu ibu desa Pitusunggu, Hamdana merespon baik lahirnya Perda ini, dan semoga dengan Perda ini, pemerintah lebih banyak memberikan peluang dan fasilitas kepada ibu ibu di desa, agar bisa membantu sumber daya pemerintah daerah.

Dalam kesempatan ini pula, Ina Kartika Sari memberikan sumbangan perlengkapan mesin jahit  kepada salah satu kelompok usaha menjahit di desa Pitusunggu untuk pengembangan usaha perempuan.( ***Syaiful/Iwank86)