Komunitas KerenisME Tak Henti Bantu Warga Kurang Mampu di Bulukumba

oleh
Komunitas KerenisME Bulukumba sambangi rumah Pak Baco, terletak di Dusun Ta'Bangka Desa Pangalloang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba.

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com — Rasa Peduli untuk saling membantu membuat komunitas KerenisME tidak pantang menyerah.

Meski tidak memiliki banyak modal, komunitas tersebut tidak pernah berhenti mengadakan aksi sosial. Jaringan luas menjadi modal utama, hingga akhirnya kembali menyalurkan bantuan di Kecamatan Rilau Ale, pada Sabtu (10/6/17) lalu.

Komunitas KerenisME Bulukumba sambangi rumah Pak Baco, terletak di Dusun Ta’Bangka Desa Pangalloang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba.

Dalam kegiatan tersebut ada 5 (lima) desa di Rilau Ale yang berkesempatan di kunjungi oleh KerenisME yakni Desa Tanah Harapan, Desa Topanda, Desa Bontomanai, Desa Batukaropa dan Desa Pangngalloang.

Desa tersebut kami kunjungi berdasarkan informasi yang kami terima dari masyarakat. Insya Allah kegiatan berikutnya kami akan menyalurkan bantuan di Kecamatan Ujungloe” ujar anggota KerenisME Sulkifli Wiarham.

Adapun jenis bantuan yang disalurkan pada hari itu berupa sembako yang juga berasal dari masyarakat. Bahkan seorang warga Serui Papua pun turut berpartisipasi pada kegiatan ini.

Pengurus KerenisME, Zulkifli Muslimin mengungkapkan dari lima (5) Desa yang mereka datangi, terdapat sebuah rumah yang menurutnya sangat memprihatinkan, yakni rumah yang dihuni oleh Pak Baco, terletak di Dusun Ta’Bangka Desa Pangalloang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba.

Betapa tidak, rumah dengan lebar kurang lebih 3×3.5 meter dan tinggi 1,5 meter ini dihuni oleh Pak Baco beserta istri dan keempat anaknya. Tidak ada kasur atau pun lemari di rumah yang sangat sempit ini apalagi listrik. Pak Baco dan keluarga hanya mengandalkan lampu pelita yang dibuat dari kaleng susu bekas sebagai sumber penerangan. ” ungkap Zulkifli.

Menurut salah seorang tetangga, Suryati,pekerjaan sehari-hari Pak Baco dan istrinya tidak menentu. Kadang ia dipanggil untuk menjemur atau menanam padi. Sedangkan suaminya bekerja sebagai pengrajin atap namun dijaman modern saat ini pesanan atap sudah sangat sepi.

Kami berharap Pemerintah dan Masyarakat bisa saling bahu membahu guna mewujudkan mimpi keluarga Pak Baco memiliki rumah yang layak huni.” pinta Zulkifli. (RED2)