Konsisten Tak Ganti Pasangan, Loyalis Cakka ke IYL: Itu Jati Diri Orang Sulsel

oleh
Salam Punggawa IYL

LUWU – Keputusan Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang tak goyah menerima “rayuan” beberapa elit parpol untuk mengganti pasangan di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, mendapat apresiasi tinggi dari sejumlah loyalis dan pendukung Andi Mudzakkar (Cakka).

Salam Punggawa IYL

Bagi mereka, sikap dan pembelajaran politik yang dipertontonkan Punggawa, julukan yang disematkan ke IYL, adalah sesuatu yang sangat elegan. Sebab publik tahu jika posisi IYL saat ini sedang berusaha dijegal agar tidak maju bersama Cakka di Pilgub Juni 2018.

“Di tengah posisi beliau (IYL) seperti itu, Punggawa masih tetap mempertahankan komitmennya bersama Opu Cakka. Ini pembelajaran berharga bagi kami sebagai generasi muda. Izinkan kami menyampaikan rasa bangga ke Punggawa. Sangat tepat, bapak dijuluki Mister Komitmen,” tegas loyalis Cakka, Taslim, Senin (30/10/2017).

Menurut dia, semenjak kabar mencuat jika elit parpol menggoda IYL mengganti pasangan, banyak relawan yang selama ini mendukung Cakka dari awal, sempat cemas. Sebagian beranggapan jika Punggawa bakal mengikuti jejak Nurdin Abdullah (NA) yang meninggalkan Tanribali sebagai pasangannya di Pilgub Sulsel.

“Mereka khawatir jangan-jangan Punggawa tergoda mengganti Pak Cakka. Dan Alhamdulillah, kecemasan mereka terjawab dengan komitmen Pak Ichsan. Sekali lagi, kami bangga berjuang bersama beliau. Ini akan semakin menguatkan kami untuk memenangkannya di Pilgub Sulsel,” tambah Taslim, meyakinkan.

Senada ikut disampaikan relawan Cakka di Bulukumba, Abdul Aziz. Menurutnya,sejak awal ia memang sangat yakin jika IYL bisa dipegang kata-katanya. Sekali memutuskan, maka pantang menarik ucapannya, apalagi mengkhianati. “Meskipun saya sempat cemas-cemas juga, tapi hati kecil saya selalu berkata, bahwa bukan Punggawa namanya kalau melanggar komitmen. Salut kepada beliau,” kata Aziz.

Selain salut kepada IYL, beberapa pendukung Cakka juga memuji jagoannya yang secara ksatria mengakui kekurangannya tidak punya nilai tawar di parpol, karena tidak tercatat pengurus partai pasca-mundur dari Partai Golkar.

“Pak Cakka sangat memahami posisinya, sehingga beliau menyerahkan sepenuhnya ke Punggawa. Ini semakin meyakinkan kami, bahwa memang keduanya bukan pasangan yang dipaksakan. Melainkan, bisa saling memahami, dan tahu menempatkan diri,” puji Awal, relawan Selalu Bersama.

Seperti diberitakan, IYL kembali mempertegas sikapnya tidak akan mengganti Cakka. Bahkan, “Mr Komitmen” itu mengaku lebih baik tidak maju sama sekali, jika konsekuensinya harus mengganti Cakka sebagai calon wakil gubernur. Baginya, pantang untuk mengkhianati atau melanggar komitmen.