Konvoi Kelulusan Siswa SMA di Bulukumba Memicu Perkelahian dengan Warga

oleh

 

IMG_20160507_174520_edit_edit

Bulukumba News, Lidik Susel—-
Baru saja di Kabupaten Bulukumba uapacara Pendidikan dirayakan oleh para guru dan murid 2 mei lalu, acara yang di rangkaikan dengan penaikan bendera tersebut sangatlah terlihat meriah seperti sebuah keberhasilan, karena setiap pengupacaraan adalah sebuah ritual atau tradisi kemenangan atau memperingati hari yang baik atas kesuksesan, dan khususnya dunia pendidikan saat ini yang menurut persepsi pemerintah sudah banyak peningkatan.

Sore tadi, hampir semua jalan di kabupaten Bulukumba terlihat ramai dengan aksi heroik balapan para siswa SMA yang baru saja menerima pengumuman kelulusan di sekolahnya, para siswa yang baju sekolahnya di pilox dan di cat berwarna, bahkan wajah mereka diwarnai sedemikian rupa.

Sore tadi, 07/5/2016, 17.30 Wita, di jalan Teratai kabupaten Bulukumba, Terlihat perkelahian bahkan penikaman terjadi oleh oknum warga kepada salah seorang siswa SMK Pepabri Kabupaten Bulukumba, siswa saat di comfirmasi di tempat saat kejadian mengungkapkan “Saya tidak tahu masalahnya, itu orang langsungka na pukul, itu orang langsungja mau na tikam”, siswa yang mengaku dari SMK pepabri yang tak mau menyebutkan namanya itu dengan wajah memar langsung pergi setelah kejadian.

Perkelahian, antara warga dan anak sekolah yang koncoi kelulusan.
Perkelahian, antara warga dan anak sekolah yang konvoi kelulusan.

IMG_20160507_174735_edit

Aksi Heroik Siswa yang konvoi dan ugal-ugalan dijalanan sangatlah meresahkan warga, dan merupakan wajah berfikir siswa kita di Indonesia yang merupakan paradigma yang buruk, tak seharusnya di lakukan oleh Siswa yang merupakan didikan Pendidikan.

Ketua KNPI menyesalkan kejadian ini, “Dunia pendidikan tidak seharusnya menampilkan situasi ini, persepsi dan cara berfikir siswa akan namanya kelulusan selalu demikian tiap tahunnya, seharusnya dinas pendidikan dalam hal ini para kepala sekolah SMA mewanti-wanti kejadian ini, harus ada binaan dan arahan jika akan ada pengumuman kelulusan, karena akan berdampak negatif. Seharusnya pendidikan kita lebih awalnya harus dibekali pengetahuan psikologi, agar anak tidak mudah terjebak dan terpengaruh dalam ajakan negatif”, Idil Akbar, Hujarnya.

IMG_20160507_174832 IMG_20160507_204302_edit

Ikwan Bahar, Selaku Da’i Muda sabgat prihatin dengan keadaan ini,
“Ini budaya buruk yang terus “di wariskan” pada para pelajar kita, mengekpresikan kegembiraan itu sah sah saja tapi jangan melabrak aturan, konvoi tanpa helm, knalpot racing, coret baju yang di beli dari hasil keringat orang tua….itu semua gambaran buruk out put anak didik kita yang telah dididik bertahun tahun, perlu pemantapan moral sejak dini dan diterapkan di semua bidang studi disekolah sekolah”- Ikwan Barahar, Ungkapnya saat di Komfirmasi.

AL#