KPJ ” Tangkap dan Penjarakan Anggota DPRD Bantaeng Serta Copot Kejari Bantaeng “

oleh
Aktivis KPJ saat melakukan aksi Unjuk Rasa di Depan kantor kejati Sulselbar menuntut Kasus Korupsi Dana Aspirasi pada Instansi Bappeda Bantaeng, Senin (10/10) -BCHT/SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com- MAKASSAR – Koalisi Parlemen Jalanan ( KPJ ) melalui Koordinator Lapangan ( Korlap ), Ahmad Rifaldy pada saat Unjuk Rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Sulsel di jalan Urip Sumoharjo, Senin (10/10) memberikan pernyataan sikap terkait dugaan kasus korupsi dana aspirasi pada instansi Bappeda Kabupaten Bantaeng tahun 2011 yang lalu.

KPJ menyatakan bahwa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN ) adalah Kejahatan Luar Biasa ( Extraordiniary Crime ) yang harus di jadikan musuh bersama di NKRI dimana KKN menjadi salah satu penyebab kemiskinan di Republik ini. Sama halnya yang terjadi di Kabupaten Bantaeng terkait adanya dugaan Korupsi Dana aspirasi pada instansi Bapeda tahun 2011 lalu pada kegiatan ” Pengembangan partisipasi masyrakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik ” yang menggunakan dana sebesar Rp 250.000.000 ( Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah ).

Isi Tuntutan KPJ dalam Pernyataan Sikapnya pada saat Unjuk Rasa di depan kantor Kejati Sulsel, Senin (10/10) -SUARALIDIK.com
Isi Tuntutan KPJ dalam Pernyataan Sikapnya pada saat Unjuk Rasa di depan kantor Kejati Sulsel, Senin (10/10) -SUARALIDIK.com

Bendahara Pengeluaran Bappeda Bantaeng, Darmawansyah pada waktu itu yang melakukan pencairan berdasarkan Surat Perintah Membayar ( SPM ) bernomor 047/TU/VI/2011 yang di ajukan untuk pencairan dana ke DPPKAD Kabupaten Bantaeng dengan Surat perintah Pencairan dana ( SP2P) nomor 0157/TU/VI/2011 tertanggal 8 Juni 2011, dimana SP2P tersebut juga di tanda tangani Kepala Bappeda Bantaeng, Ir.Zainuddin Tahir, selaku Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA ) sebesar Rp 249.200.000 ( Dua Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Ribu Rupiah ) dan di cairkan melalui rekening Bank Sul-Sel Cabang Bantaeng nomor Rekening ; 41.002.0526 ” ujar Ahmad Rifaldy

Rifaldy melanjutkan bahwa dari tangan Andi Alim Bahri L.Tana inilah dana tersebut diserahkan ke Bachrianto Bahtiar ( Pihak Pelaksana ) bersama saksi Ahli Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) Sulsel dengan No: LAPKKN-360/PW21/5/2013 tertanggal 23 mei 2013 dan kemudian ditemukan kerugian Negara sebesar Rp.136.557.500 yang dipergunakan oleh Andi Alim Bahri L.Tana secara Pribadi.

Atas penyelewangan dana tersebut KPJ dengan ini memberikan 2 Tuntutan Keras yaitu (1) Tangkap dan Penjarakan Ir.Andi Alim Bahri L.Tana ( anggota DPRD Bantaeng ) dan Pejabat pemda Kabupaten Bantaeng yang terlibat korupsi Dana Aspirasi (2) Kejati Sul-Sel segera mencopot Kejari Bantaeng,karena tidak becus tangani Korupsi, kami menyatakan bahwa Bantaeng adalah lahan basah para Koruptor ” tegas Ahmad Rifaldy.

REPORTER ; bcht

REDAKSI ; suaralidik.com-andi awal