, ,

KPPS Pengawas TPS dan Anggota Polisi/TNI yang  Wafat  Akan Mendapat Santunan, Ini  Tanggapan DPN Lidik Pro

oleh -
Foto : Sekjen DPN Lidik Pro, Muhammad Darwis

BULUKUMBA, SUARALIDIK.COM – Ratusan  Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Indonesia dilaporkan meninggal usai melaksanakan tugas  di Tempat Pemungutan  Suara (TPS).  Tak hanya  itu, puluhan pengawas TPS  dan aparat  kepolisian dinyatakan meninggal.

Mereka dilaporkan wafat akibat kelelahan selama  2 hari begadang menuntaskan  pemungutan  dan penghitungan suara. Usai  melaksanakan tugas itulah, satu  persatu  KPPS  bertumbangan.

SMKN 1

Besarnya  angka  ini memantik tanggaoan  Presiden  meRI, Ir  Joko Widodo. Dia  menyebut bahwa KPPS yang  wafat  adalah  pahlawan  demokrasi  dan perlu mendapatkan bantuan.

Menanggapi pernyataan  Jokowi tersebut, Sekretaris  Jenderal  DPN  Lidik Pro, Muhammad  Darwis menyatakan sepakat dengan rencana pemberian santunan.  “Mereka  yang wafat  telah melaksanakan tugas   negara  yang amat  besar. Selama  dua hari tanpa  kenal lelah, menuntaskan pemungutan, penghitungan suara,”tutur  Darwis.

Mengingat urgennya  kondisi KPPS, Darwis mengimbau  agar mempercepat  pemberian  santuan ke keluarga KPPS, Pengawas TPS  dan Anggota Polisi  yang  wafat. “Lebih cepat  lebih baik,”tegasnya.

Disisi  lain, menteri Keuangan RI, Sri Mulyani  Indrawati mengatakan sudah  memperhitungkan besaran santunan  yang akan diberikan ke  ahli waris KPPS  yang wafat. Besarannya   bervariasi,  wafat akan menerima  Rp 30-36 Juta, Cacat Rp 30 Juta  dan rawat  inap sekitar  Rp 16 – 20 Juta.(***iqb)