Krishna Murti Aniaya Teman Wanita ????? ” Itu Fitnah “

oleh
Wakapolda Lampung, Kombes Pol Krishna Murti - IST. Instagram @krishnamurti_91/SUARALIDIK.com

LAMPUNG,SUARALIDIK.com– Wakapolda Lampung, Komisaris Besar ( Kombes ) Pol Krishna Murti diterpa isu miring atas tuduhan penganiayaan terhadap seorang wanita yang merupakan temannya dan kini beredar luas di media sosial. Namun mantan Ditreskrimum Polda Metro Jaya tersebut mengaku tidak tahu menahu terkait isu miring yang kini dituduhkan terhadap dirinya tersebut.

Bahkan di akun sosial medianya, Instagram sebagaimana pantauan Redaksi SuaraLidik.com, Krishna Murti memasang status “Pengumuman; Mulai hari ini saya menolak diajak foto selfie berdua, karena bisa jadi fitnah.. Kalau mau foto harus banyakan seperti ini.. #kmupdates #lampungkece ” @krishnamurti_91

Wakapolda Lampung, Kombes Pol Krishna Murti - IST. Instagram @krishnamurti_91/SUARALIDIK.com
Wakapolda Lampung, Kombes Pol Krishna Murti – IST. Instagram @krishnamurti_91/ANDI AWAL-SUARALIDIK.com

Saya tidak tahu peristiwanya apa, saya tidak tahu mengapa dikaitkan dengan berita yang berkembang di luar,” ujar Krishna melalui pesan elektronik, Jumat (16/9) malam

Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya ini mengaku, bahwa dirinya tidak pernah melakukan sebagai mana isu tersebut. “Mudah-mudahan ini memberi klarifikasi atas isu liar yang berkembang,” tegasnya. Krishna pun yakin tidak terlibat di skandal miring itu dan menyerahkan proses pemeriksaan ke Propam Mabes Polri.

Saya serahkan penyelidikan ke Propam dan semua akan terang benderang nanti, itu Fitnah !!” kata mantan Kapolsek Penjaringan tersebut.

Sementara itu Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Muhammad Iriawan mengamini Pemeriksaan Propam “Laporan sejauh ini belum ada,” kata Iriawan, Jumat (16/9) malam di sebuah siaran televisi swasta.

Dia menjelaskan, “tetap pendalaman atau penyelidikan oleh propam tentang info ramai yang beredar seperti di media sudah ada dan sedang dilakukan.”

Ini mengindikasikan Propam Polri akan bekerja menyelidiki kebenaran informasi itu tanpa adanya laporan.

 

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com