Kuasa Hukum Menduga Ada Tindak Pidana Atas Meninggalnya Bayi Ibu Sabrina

oleh

Susanto Kadir, SH CPL, Kuasa Hukum Ibu Sabrina saat menunjukan bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan tim BLH Limboto,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Susanto Kadir, SH CPL selaku kuasa hukum keluarga korban menuding ada tindak pidana atas meninggalnya bayi ibu Sabrina pada saat persalinan di Puskesmas Global Limboto Kabupaten Gorontalo (kabgor), Provinsi Gorontalo. Hal ini disampaikan Susanto kepada awak media saat menggelar Press conference pers diruang tunggu Satreskrim Polres Gorontalo rabu 21/11/2018.

Pihaknya mengakaui telah melakukan pengumpulan bukti dan berbagai keterangan saksi-saksi yang menghasilkan dugaan kuat, bahwa bidan dan perawat yang menangani kliennya saat itu telah melanggar hukum pidana malpraktek.

“Setelah kami mendapatkan laporan dari bapak Sabian dan ibu Sabrina selaku korban, kami langsung mempelajari kasus ini dengan melakukan pengumpulan data dan bukti fakta. Dari analisis kami sangat meyakini kuat dugaan terhadap tindak pidana malpraktek,”tegas Susanto.

Kuwasa Hukum juga berpendapat bahwa apa yang terjadi kepada ibu Sabrina bukanlah yang biasa saja, mengingat kasus ini telah menghilangkan nyawa orang lain sehingganya perlu ditindak lanjuti oleh pihak penegak hukum.

“Buat kami ini bukan kasus biasa saja, mengapa karena kasus ini telah menghilangkan nyawa orang lain. Dan yang kedua ada dugaan SOP yang tidak dijalankan dengan semestinya, serta kami melihat ada pelanggaran terhadap standar profesi yang dalam hal ini tenaga kesehatan baik dia bidan, perawat maupun tim dokter,”ungkap Kuasa Hukum ibu Sabrina.

Susanto juga sangat kecewa dengan sikap dinas kesehatan Kabgor maupun puskes Limboto yang seolah-olah tidak merasa bersalah dengan kematian bayi kliennya.

“Pasca kejadian itu hingga pada hari iniĀ  apa yang terjadi pada clien Kami, kami melihat serta sangat menyesalkan pihak dikes dan puskes limboto maupun bidan SN cs yang tidak menunjukan itikat baik untuk menyelesaikan kasus ini. Secara jujur saya katakan kami terbuka namun dari pihak sana solah tertutup dan ada sesuatu yang ditutup-tutupi, maka kami tegaskan proses hukum pidana akan kami tempuh sampai keadilan bisa didapatkan,”terang Susanto.

Tim pengacara berharap agar penyelesaian kasus ini dilakukan oleh pihak kepolisian secara tuntas, terbuka dan profesional tampa diskriminasi.

“Yang pasti dari kami tim pengacara akan melaksanakan pendampingan khusus kepada korban sesuai norma hukum yang berlaku,”ungkap Susanto Kadir SH CPL,(***Rollink).