Kunjungi RSUD Dunda Limboto, Komisi lll Disambut Keluh Kesah Para Dokter

oleh -
RSUD MM. Dunda Limbot
Foto : Puluhan dokter saat mengadukan ulah Direktur RSUD MM Dunda Limboto yang dinilai otoriter, kepada anggota Komisi III DPRD kabupaten Gorontalo, di ruang Komite Medik RSUD, Selasa (07/01),(foto Thoger/Suaralidik.com).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Menarik, saat kunjungi RSUD MM Dunda Limboto, Selasa 07/01/20202, anggota Komisi lll DPRD kabupaten Gorontalo disambut oleh Isak tangis oleh puluhan dokter spesialis dan dokter umum karena tak tahan dengan kebijakan Direktur dr. Moh. Natsir Mawardy Abdul yang dinilai sepihak.

“Keputusan Direktur menarik secara tiba-tiba seluruh dokter umum dari ruangan, berpindah ke ruang UGD membuat semua menjadi kacau. Sebenarnya sejak awal kami berkerja aman, baik, dan tenang,” tutur dr. Imelda Lidjaja¬† Sp.,S. di Hadapan anggota Komisi lll.

“Keputusan Direktur ini dilakukan tampa sosialisasi atau kabar terlebih dahulu. Meski ini merupakan hak prerogatif Direktur, tapi untuk mengambil keputusan jangan otoriter. Masa kami dokter spesialis harus menangani dua pasien sekaligus. Kami juga manusia, hanya punya dua kaki, dan dua tangan,” sambung dr. Imelda.

Dirinya mengungkapkan, penanganan pasien oleh satu dokter di dua tempat yang berbeda sungguh tidak mungkin bisa dilakukan. Biasanya kalau ada dokter umum, mereka yang menangani pasien lainnya. Namun saat ini dokter spesialis bolak balik dari ruangan satu keruangan lain jika dokter umum.

“Akibat dari kebijakan ini, pelayanan tidak optimal 100 persen. Seharusnya manajemen memikirkan itu,” keluh dr. Imelda.

Ditempat yang sama, Ketua Komite Medik dr. Wiwin R.A.Yusuf, Sp., B., FINACS menegaskan, akibat dari kebijakan manajemen yang dinilai amburadul ini, puluhan dokter meminta Direktur dicopot dari jabatannya

“Atas kebijakan ini kami seluruh dokter meminta Direktur rumah sakit dicopot dari jabatannya,” tegas dr. Wiwin.

Menanggapi keluhan para dokter tersebut, Ketua Komisi III Sladauri DJ. Kinga mengatakan akan menindaklanjutinya  dengan menemui Bupati Gorontalo.

“Sebenarnya informasi ini sudah kami terima, hanya saja kami pingin melihat dan mendengarkan secara langsung dari para dokter terkait kondisi pelayanan di rumah sakit ini seperti apa. Dan hari ini semua sudah kami dapatkan,” terang Ketua.

“Kami akan segera menghubungi Bupati dan menjelaskan tentang kondisi dan keinginan para dokter soal pencopotan Direktur. Agar pelayanan rumah sakit kembali normal,” tambah Ketua.

Di tempat terpisah, Direktur RSUD MM. Dunda Limboto, dr. Moh. Natsir Mawardy Abdul saat dihubungi media ini melalui telepon seluler menjelaskan, bahwa tidak ada namanya penarikan dokter umum dari ruangan dan dipindahkan ke ruang UGD. Namun memposisikan dokter umum ke tempat yang sebenarnya. Jika mereka didayagunakan bisa, tapi hanya membantu. Karena itu merupakan tugas utama dokter ahli.

“Itu pun bukan keinginan saya semata, tapi atas persetujuan dokter umum. Sepertinya edaran yang saya keluarkan membuat kaget orang-orang yang tidak terbiasa dengan kondisi seperti itu. Padahal itu merupakan tugas pokok dokter spesialis. Di RS lainya juga begitu, untuk peningkatan kualitas layanan,” jelas Direktur.

Untuk diminta mundur itu hak bupati. Saya sebagai ASN siap ditentukan dimana saja. Mutasi seperti ini bukan baru kali ini sudah 10 kali saya rasakan. Jadi mutasi itu buat saya sudah biasa. Jika ada orang-orang yang kurang berkenan dengan saya di sana, saya minta maaf,” tutup Direktur.(Rollink).

HUT Kabupaten Pinrang Ke-60