Kunjungi Sirkuit Bongohulawa, Menpora : Tak Semua Pemimpin Mau Perhatikan Keinginan Rakyat

oleh -
Zainudin Amali
Foto : Menpora RI Zainudin Amali didampingi Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo saat mengunjungi sirkuit Hepuhulawa, Rabu (22/01),(foto Thoger/Suaralidik.com).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Kunjungi sirkuit di Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Rabu 22/01/2020, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Zainudin Amali mengapresiasi program Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo.

“Saya mengapresiasi atas inisiatif dan upaya Bupati Gorontalo membangun fasilitas olahraga atau ekosistem keolahragaan di Provinsi Gorontalo khususnya di Kabupaten Gorontalo,” tutur Menpora saat diwawancarai awak media.

“Ini merupakan upaya pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk rakyat, maka rakyat juga harus memberi dukungan sepenuhnya terhadap apa yang telah dilakukan oleh Prof. Nelson Pomalingo,” lanjut Menpora.

Zainudin mengatakan, tidak banyak pemerintah daerah yang mau memperhatikan keinginan masyarakat meski dirinya tidak menggeluti hobi tersebut.

“Saat ditanya apakah beliau suka balap ternyata tidak. Ini adalah bentuk kepedulian beliau atas keinginan rakyatnya. Dari pada melakukan balapan dijalan, potensi kecelakaan sangat tinggi. Maka Prof. Nelson Pomalingo berpikir untuk membangun sirkuit seperti ini.” kata Zainudin.

“Jika ini sudah tertata, saya kira ini akan menjadi salah satu surkuit yang baik. Karena ini jauh dari pemukiman, tidak mengganggu para pembalapnya dan masyarakat bisa menonton dengan aman. Sehingga saya berharap agar ini dijaga,” pinta Zainudin.

Dirinya mengungkapkan, telah disodorkan proposal oleh Bupati Gorontalo untuk pembangunan Gorr maupun kelanjutan pembangunan sirkuit.

“Tak lama lagi akan dibangun tribun, saya sudah sepintas melihat proposal itu. Sekali lagi, kami pemerintah pusat mengapresiasi atas upaya dan inisiatif seperti ini,” ungkap pria kelahiran Gorontalo.

Ditempat yang sama Bupati Gorontalo dalam sambutannya menjelaskan, bahwa sirkuit tersebut bertempat di Kelurahan Bongohulawa Kecamatan Limboto dengan ukuran lintasan sepanjang 1,2 kilometer.

“Sirkuit ini kurang lebih satu kilo dari ibu kota Limboto, dan tanah ini kurang lebih sembilan puluh hektar. Dari sembilan puluh hektar itu sebagian besar lestari dan sebelahnya kita buat jadi kampung kelapa, sebelahnya lagi ini ada kawasan pendidikan karena di sana ada beberapa Universitas,” terang Bupati.(Rollink).

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60