Kursus Banser Pimpinan, Kader Dilatih Entrepreneurship dan Teknologi Informasi

oleh

Lidik Makassar – Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Gerakan Pemuda Ansor yang digelar di Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Makassar hari ini telah memasuki hari kedua dan berakhir pada 29 maret mendatang.

Dalam pelatihan tersebut Beberapa materi akan diberikan kepada ratusan peserta dari perwakilan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Indonesia Timur. Di antaranya mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat, kewirausahaan, dan teknologi informasi.

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Alfa Isnaeni kepada suaralidik.Com jumat, (24/03/2017) menjelaskan SUSBANPIM merupakan kegiatan pelatihan dan pendidikan Satkornas Banser sebagai jenjang kualifikasi kader dengan output untuk memegang komando teritorial Banser di wilayah atau daerah.

Isu yang berkembang di luar sana bahwa Banser itu hanyalah alat pengamanan, kita jawab dengan kegiatan dan gerakan nyata salah satunya adalah dengan cara pandang dan implementasi kemandirian ekonomi atau kewirausahaan,” jelas Alfa saat ditemui di BLKI Makassar.

Alfa berpandangan, Banser di daerahnya masing-masing tentu memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda. Melalui SUSBANPIM inilah, kata dia, kader akan dipahamkan bagaimana cara mengelola potensi tersebut.

Kalau cara baca peluang ekonomi, menurut Alfa, dipahami dan jadi gerakan, maka diyakini Banser akan jadi pegiat wiraswasta yang sangat membantu negara dalam bidang perekonomian dan kemandirian kerja.

Jadi desain besarnya adalah lahir wirausaha baru yang profesional dari Banser namun tetap menjaga mentalitas NKRI, Pancasilais, dan akidah ahlussunnah waljamaah. Itulah kenapa diklat ini juga dimasukkan materi perekonomian,” jelas Alfa.

Terkait Teknologi Informasi (TI), Alfa mengungkapkan hal tersebut tak bisa lagi dihindari di era sekarang. Sehingga perlu peningkatan kapasitas dalam bidang TI.

TI seperti media sosial akan jadi kekuatan, bukan hanya defense (bertahan) tapi juga offense (menyerang). Menyerang

Menyerang dengan mesyiarkan ajaran aswaja yang tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (berimbang), dan ta’adul (netral), serta pemahaman NKRI, Pancasila dan kebhinekaan. Bukan menyerang dengan data hoax apalagi menjust keislaman seseorang sebagai kafir dan sebagainya,” ungkap Alfa.

Dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang di masyarakat, Alfa menyebut Banser memiliki cara tersendiri dalam menyikapi hal itu. Banser, kata dia, takkan serta merta terpengaruh baik isu kanan lebih-lebih isu kiri sebagai wujud implementasi akidah aswaja.

Dalam SUSBANPIM tersebut,Satkornas menggandeng pembicara atau pemateri dari TNI, Polri, Lemhanas, hingga menteri dan pejabat tinggi lainnya.

Kita harapkan alumni SUSBANPIM ini jadi perwira Banser tidak hanya memiliki mental dan wawasan yang baik, tapi jiga memiliki kualitas batiniyah sehingga akan sangat berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara serta agama islam,” tutur Alfa. (Adhe)