Lakukan Kunjugan Kerja Ke Sabah, Bupati Polman Selamatkan Warganya Dari Status TKI Ilegal

oleh

Sabah, Malaysia–Bupati Polewali Mandar, H. Andi Ibrahim Masdar, didampingi Ketua Umum Yayasan Peduli Insani Nusantara (Yapinus), Firdaus Gigo Atawuwur, Kepala BP3TKI Makassar Regional (Sulawesi, Maluku, Papua), Muhammad Agus Bustamin, beserta sejumlah kepala dinas dari SKPD terkait melakukankunjungan kerja ke Malaysia pada 18 November 2017 lalu.

Agenda utama kegiatan ini adalah mengunjugi Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Polewali Mandar yang saat ini sedang bekerja di perusahan Felda Global Ventures, Sdn.Bhd, sebuah perusahaan yang bergerak sebagai produsen sekaligus distributor logistik pangan dan perdagangan.

Rombongan Bupati berangkat melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar pada  16 November 2017 menuju Kuala Lumpur dengan menggunakan Garuda Indonesia. Setibanya di lokasi tujuan, mereka  di sambut oleh Wakil Presiden Group FGV beserta tim di kantor pusat FGV Jl. Persiaran KLCC Kula Lumpur, sehari setelah keberangkatan pada pukul 09:00 waktu setempat.

“Untuk TKI asal Polman yang saat ini ada di Malaysia itu sekitar 3000 lebih. Sebagian besar berkelurga.” Ujar Firdaus Gigo Atawuwur saat dikonfirmasi mengenai kunjungan kerja tersebut.

Ketua Umum Yapinus yang juga sekaligus Ketua Dewan Pendiri LIDIK PRO–sebagai lembaga investasi mendidik prorakyat nusantara–ini mengaku bangga terhadap apa yang telah dilakukan oleh Bupati Polman pada periode ini. Menurutnya, H. Andi Ibrahim Masdar begitu antusias dalam menyapa warganya. Tambahnya lagi, seharusnya memang negara turut hadir untuk masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri. Oleh karena itu, mereka memulainya dari daerah.

Mengawali agenda, mereka melakukan rapat bersama FGV, terkait Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia asal polman di perusahan tersebut. Selanjutnya, mereka menuju Negara Bagian Sabah Malaysia Timur. Di sana, mereka bertatap muka langsung bersama masyarakat Polman yang berada di FGV zon Sahabat Lahad Datu, untuk kemudian kembali melanjutkan ke lokasi pelaksaan kegiatan utama. Kali ini, rombongan tiba di kantor perwakilan RI di Tawau dan diterima langsung oleh KonsulRI, Krishna Djelani di ruangan kerjanya.

Masih menurut Firdaus Gigo Atawuwur, kegiatan ini sebenarnya juga sudah dikonfirmasi oleh para Bupati dari daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan. Mereka berharap, kedepannya, terutama untuk daerah Bulukumba, juga melakukan hal yang sama.

Penyerahan dokumen kependudukan dan buku tabungan kepada para TKI dan anak-anak mereka.

 

“Bulukumba itu justru sarangnya TKI Ilegal. Saat kunjungan itu, TKI asal Bulukumba itu lebih banyak hadir dibanding TKI asal Polman sendiri. Mereka sangat antusias saat bertemu saya dan menanyakan kenapa cuma Bupati Polman yang datang”. Papar Firdaus Gigo.

Di Felda Zon Sahabat Lahad Datu, Bupati Polman kembali disambut oleh Ketua Perladangan FGV wilayah Sabah, Sarawak, Shivalingam Subramaniam dan Ketua FGV zon Sahabat, Alberto Domingo. Hari terakhir ini, Bupati Polman juga kembali bertatap muka langsung bersama warganya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al Firdaus YAPINUS Kembara Sakti Felda Sahabat 43.

Sambutan warga terhadap kedatangan rombongan Bupati Polman

 

Bupati di sambut isak tangis rasa terharu oleh warganya, dalam kesempatan itu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Polewali Mandar langsung mengadakan perekaman E KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan Kartu identitas anak untuk warga Polman. Bupati juga menyerahkan buku tabungan simpedes tabungan TKI dan Asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran Bupati ini dianggap telah menyelamatkan warganya yang belum memiliki dokumen kependudukan secara khusus beserta 200 anak asal polman yang terancam tidak bisa mengikuti ujian nasional karena tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Ke depannya, kegiatan ini akan menjadi model untuk daerah-daerah lain di Sul Sel, dan akan menyusul Bupati Mamasa, Majene, terus akan menyusul Bupati Bone, Bantaeng. Hanya saja kita belum tahu, Bulukumbanya kapan.” Tutup Ketua Umum Yapinus ini kemudian.(*)