Lambannya Pengisian Wabup Gorontalo, Ini Tanggapan David Bobihoe Akib

oleh

Mantan Bupati Kabupaten Gorontalo dua periode David Bobihoe Akib,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Lambannya pengisian Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Provinsi Gorontalo membuat mantan Bupati Kabgor dua periode Davit Bobihoe Akib angkat bicara.

Menurutnya pengisian kekosongan Wabup sangatlah simple bila mengacu pada peraturan partai, dan hal ini tidak membutuhkan waktu yang lama seperti yang terjadi saat ini.

“Bila tinggal 18 bulan kekesongan Wabub tidak perlu di isi lagi, tapi kalau masih panjang itu wajib. untuk mengisian sendiri mekanismenya juga sudah jelas bahwa pada pencalonan Bupati dan Wabup diusuang oleh siapa dan siapa yang mendukung, tentu ini domain yang mengusung bukan yang mendukung untuk mengusung.”kata David Bobihoe saat disambangi awak media dirumah pribadinya kamis 01/11/2018.

kita tau bersama, lanjut David, yang mengusung itu PPP dan Demokrat, kalau kita lihat posisi sekarang bupati dari PPP berarti Wabup harus Demokrat, bukan PPP lagi.

“Bila dari awal mekanisme pengusulan dilakukan maka kekesongan ini sudah terisi, karena yang menentukan ini adalah partai pengusung diderah lantas diajukan ke DPP Demokrat bukan PPP, sebab Bupati Nelson dari PPP jadi sudah tidak elok mengusulkan wabub lagi, seharusnya seperti itu mekanismenya.,”tegas matan Bupati Gorontalo.

Ia juga menegaskan bahwa mekanisme yang dilakukan oleh bupati untuk melakukan seleksi Wabub itu tidak tepat, sebab ini bukan OPD maupun Stap yang jabatan dibawah Bupati, oleh karenanya tak perlu ada seleksi tapi hanya menyamakan viisi dan misi, kalau istilah seleksi itu salah, karena Wabup pembantu Bupati yang diajukan satu paket, sehingga perlu ada persamaan visi misi saja.

“Mekanisme pengisian itu harus dilakukan karena waktu masih cukup panjang. coba lihat Gorut waktu pak rusli tinggalkan Indra Yasin naik dan langsung diisi oleh Tomas Mopili sebagai Wabup, Bone Bolango juga sama, pada saat pak Hamim Pou naik Wabupnya di isi pak Kilat Warta Bone,”terang David.

Pihaknya juga menambahkan, bahwa pada masa dia sebagai Bupati dan ditinggalkan Wabup untuk maju sebagai calon DPRD Provinsi sisa waktu jabatannya tinggal 16 bulan.

“Kalau saya dulu tidak cukup 18 bulan, waktu Pak Sofyan Puhi mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Provinsi beliau tinggal 16 bulan, jadi jangan mencari cari alasan, Pak Pakaya waktu ditinggalkan Pak Ismet itu masih pemilihan yang dilakukan DPRD belum pemilihan langsung seperti ini jadi tidak bisa dipakai sebagai rujukan,”tutup David Bobihoe,(***Rollink).