Lantik FAD Periode 2019-2021, Sekda Boltim : Anak Merupakan Aset Bangsa

oleh -

Foto : Proses pelantikan FAD Periode 2019-2021 oleh Sekda Boltim Ir. Muhammad,(foto istimewa).

BOLTIM, Suaralidik.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Ir. Muhammad Assagaf lantik puluhan siswa pada kegiatan pembentukan Forum Anak Daerah (FAD). Bertempat di Balai Desa Tutuyan 2, Kecamatan Tutuyan, pada Rabu (14/8/19).

Giat yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) itu turut dihadiri Asisten 1 Hariono Sugeha, Asisten 3 Djainudin Mokoginta, sejumlah Kepala SKPD, Guru, dan Puluhan siswa/i SMP/MTs, SMA/SMK Boltim yang tergabung dalam FAD.

Sebelum pelantikan, Kepala Dinas P3A, Richlany Mamonto dalam sambutannya menyatakan, pada tahun 2010, pemerintah berkomitmen mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya terkait pembangunan anak.Foto : Sekda Boltim bersama pengurus FAD Periode 2019-2021,(foto istimewa).

”Target yang ingin dicapai diantaranya adalah penghapusan kemiskinan anak, menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak, memenuhi kebutuhan pendidikan anak khususnya usia dini, dan terget lainnya. Karena, nasib masa depan anak-anak di Indonesia pada kurun waktu 13 tahun kedepan ditentukan oleh sejauh mana strategi yang sudah disusun pemerintah yang dapat diimplementasikan secara berkesinambungan. Sebagai aset pembangunan, maka pemerintah perlu berinvestasi secara intensive pada kesehatan dan kesejahteraan anak di Indonesia,” terang Mamonto.

Dijelaskannya, acara tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas P3A guna mewujudkan Kabupaten Boltim sebagai daerah layak anak serta salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah hak partisipasi anak.

”Melalui program ini, pemerintah mengintegrasikan komitmen dari pemerintah, masyarakat, media dan dunia usaha dalam rangka pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Dibentuknya FAD, mulai dari desa, kecamatan sampai tingkat kabupaten, agar apa yang menjadi keinginan atau aspirasi anak dapat didengar oleh orang dewasa. Karena salah satu hak anak adalah untuk didengar, maka forum anak adalah wadahnya sehingga anak-anak tidak lagi berteriak sendiri-sendiri,” paparnya.Foto : Sekda Boltim memberikan selamat kepada pengurus FAD periode 2019-2021 usai pelaksanaan pelantikan,(foto istimewa).

Sementara itu, Sekda Assagaf ditempat yang sama mengatakan, maksud dari kegiatan forum anak tersebut adalah untuk mengajarkan generasi muda melakukan hal-hal positif.

”Kalian adalah anak-anak bangsa dan generasi muda yang terus akan dibina, karena hal-hal yang terjadi didunia ini, selalu berkaitan dengan generasi muda,” ujar Assagaf.

Forum tersebut lanjut dia, bukan hanya sekedar dibentuk, namun diharapkan agar generasi muda bisa menjadi motivator dan pelopor didalam lingkungan masing-masing.

”Generasi muda harus siap. Saya berharap, Dinas P3A tidak bekerja sendiri, Instansi-instansi lain juga bertanggung jawab untuk anak daerah. Mari kita keroyok untuk membangun jati diri anak daerah. Sebab, implementasi dilapangan tergantung dari generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Penyakit yang paling sulit diobati, tambah Assagaf, adalah penyakit mental. Maka dari itu, anak-anak penerus bangsa adalah jalan keluar untuk mewujudkan daerah yang lebih baik kedepannya.

”Mari manfaatkan kesempatan ini, kita harus siapkan generasi pengganti. Jangan sampai kalian anak daerah menjadi penonton dinegeri sendiri,” tuntasnya.(Bob).