Laporan Penghinaan Akun Facebook Musafir Bulukumba di Nilai Lamban, HMI Bulukumba Tuntut Kapolres Mundur

oleh
HMI cabang bulukumba
HMI cabang Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa terkait laporan kasus penghinaan oleh akun Facebook Musafir dan Aiwan

BULUKUMBA.SUARALIDIK.com —  Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bululumba, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolres Bulukumba, Rabu (5/7/2017).

HMI cabang bulukumba
HMI cabang Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa terkait laporan kasus penghinaan oleh akun Facebook Musafir dan Aiwan

Dalam aksi tersebut, puluhan kader menuntut Kapolres Bulukumba untuk segera mengusut tuntas laporan dugaan penghinaan lembaga yang dilakukan Akun Facebook Musafir Bulukumba dan Aiwan.

Dalam aksi tersebut sempat terjadi amarah yang membara, lantaran massa menunggu lama kehadiran Kapolres Bulukumba, AKBP M. Anggi Naulifar Siregar.

Sehingga para pengunjuk rasa membakar ban dan menahan kendaraan. Situasi mulai meredah setelah hampir sejam lamanya Kapolres menemui para pengunjukrasa.

Kita turun aksi bentuk kekecewaan kita kepada Polisi yang lamban menangani kasus yang kita sudah laporakan sejak 26 hari lalu,” ungkap Adi Tompel, Kabid PTKP Hmi Cabang Bulukumba.

Ketua Umum HMI Bulukumba, Rakhmat Fajar menambahkan, pihaknya mendesak Kapolres Bulukumba, untuk dicopot dari jabatannya jika tidak bisa menuntaskan kasus tersebut, bahkan pihaknya berencana akan menggelar aksi susulan jika tidak ada tindak lanjut.

Kalau tidak bisa, mundur saja dari jabatan. Tapi saya yakin polisi tidak takut untuk mengusut tuntas kasus ini. Polisi harus memperlihatkan integritasnya,” tegasnya.

Sekretaris Umum Hmi Bululumba, Ar Ebit Supadi mengatakan kasus ini menjadi penting untuk diusut agar tidak ada lagi kasus serupa dan memberikan efek jera agar tidak membuat ujaran atau status yang merugikan lembaga.

Dimata hukum semua sama, tidak ada yang kebal hukum. Siapa yang salah, maka wajib hukumnya Polisi mengusut dan memproses itu,” tambahnya.

Sementara itu Kapolres Bulukumba, AKBP M.Anggi Naulifar, dihadapan para pengunjuk rasa, mengaku telah menerima laporan tersebut. Bahkan wujud keseriusan pihaknya, sesaat setelah aksi unjuk rasa. Pihak kepolisan langsung memeriksa saksi-saksi.

Setelah ini, saksi bisa langsung di periksa. Tidak usah copot-copot Kapolres, kan nantinya saya akan pindah, cuma tidak tau waktunya kapan, hargai proses hukum. Kita akan periksa saksi ahli tata bahasa dan fakar telematika. Intinya berikan kami waktu untuk memproses ini,” tandasnya. (RED2)