Laskar Merah Putih Desak Polda Sulsel Usut Tuntas Penipuan Zainuddin Hasan Bersama Jalaluddin

oleh
Zainuddin Hasan bersama pengurus DPD Golkar Bulukumba Tahun 2015 silam- Dok. SUARALIDIK
Ketua Laskar Merah Putih Sulsel, Andi Nuralim " Bongkar "- Ist. Dok.SUARALIDIK
Ketua Laskar Merah Putih Sulsel, Andi Nuralim ” Bongkar “- Ist. Dok.SUARALIDIK

SUARALIDIK.com,MAKASSAR- Markas Daerah Laskar Merah Putih ( LMP ) Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu organisasi masyarakat merasa terpanggil untuk mengawal dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang menjadi korban ketidak adilan termasuk Penipuan.

Termasuk dalam kasus Penipuan oleh mantan Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan bersama Legislator PAW Partai Golongan Karya Bulukumba, Jalaluddin Halim yang kini sementara bergulir di Penyidik Reskrimum Polda Sulsel. Sehubungan dengan itu ,Ketua Laskar Merah Putih Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Nuralim meminta Polda Sulsel mengusut tuntas Penipuan yang dilakukan Zainudin Hasan dan Jalaludin berteman tentang PAW anggota DPRD bulukumba dari partai Golkar.

Sesuai dengan pengakuan yang terang benderang, Zainudin Hasan mantan Ketua Golkar Bulukumba dengan jelas mengatakan bahwa surat yang telah ditandatangani sehubungan dengan masuknya Jalaludin menjadi PAW Kahar Muslim di DPRD Bulukumba itu adalah salah karena tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat pada 28 Juli 2015 di kediaman H Tabri sehingga H tabri ini benar ditipu dan dibohongi dan sangat  dirugikan, maka Laskar Merah Putih Sulsel mendesak Jalaludin mundur dari anggota DPRD Bulukumba‘ terang Andi Nuralim kepada Redaksi SuaraLidik, Rabu ( 17/8/2016) siang.

Jalaluddin Harus Segera Mundur

Demi menghindari tuntutan masyarakat yang lebih keras menurut Andi Nuralim, maka Jalaludin harus meninggalkan sesegera mungkin kantor DPRD Bulukumba supaya pikirannya bisa tenang di usia yang sudah matang tapi masih berpikir curang dan agar fokus menghadapi proses hukum yang menimpanya.

Alangkah sangat tidak elok tetap mempertahankan dirinya  di DPRD yang nyata-nyata telah mengundurkan diri lalu menipu serta membohongi sementara Zainudin Hasan saja jelas-jelas telahmengakui bahwa PAW bukan hak Jalaludin tapi hak HM.Tabri ” ujar Nuralim yang akrab disapa Bung Bongkar tersebut.

Lebih lanjut, Bung Bongkar menjelaskan didalam KPKPU No. 17 menyatakan bahwa seseorang tidak bisa dilantik jadi anggota DPR manakala
1. Meninggal dunia
2.Mengundurkan diri
3.Terpidana dan berkekuatan hukum tetap.

Seyogyanya saat itu Jalaludin tidak memenuhi syarat  lagi untuk dilantik karena telah melakukan pengunduran diri bersama A.Rukmawaty yang disaksikan langsung Zainudin Hasan,Muh.Tabri dan beberapa pengurus Golkar lainnya. Dan saat itu dia bertanda tangan dalam keadaan sadar dan iklhas datang membawa diri. Saati itu dia ( Jalaluddin ) tidak pingsan atau mabok” tukas Bongkar.

Menurutnya Politisi yang duduk di DPR jangan mempertontonkan cara-cara yang tidak bagus apalagi duduk dengan cara menipu. Dan dalam permasalahan ini juga nampak kelihatan KPUD Bulukumba tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik padahal menghabiskan anggaran yang tidak sedikit tapi Banci dalam mengambil keputusan, termasuk ketua DPRD Bulukumba sangat tidak cermat dan cenderung ketakutan dalam proses PAW tersebut.

Masyarakat tidak akan percaya pada anggota DPR yang seperti itu ” pungkas Andi Nuralim ” Bongkar ” Ketua Laskar Merah Putih Sulsel.

Penulis/ Editor : Andi Awal-SuaraLidik


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama