Lawan Hoax dan Radikalisme Di Masyarakat, BNPT Dan FKPT Sul-Sel Gelar Literasi Media

oleh
Literasi Media

Lidik Makassar – Merespon maraknya peredaran berita Hoax di media sosial yang terindikasi menjadi salah aktor penyebarluasan paham radikal terorisme di Indonesia khususnya di wilayah Sulawesi-Selatan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sul-Sel Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme melalui Media Sosial

Dewan Pers Indonesia saat memaparkan Materi Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat

Kegiatan tersebut bertajuk Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat di Hotel Remcy Jl. Panakkukang Makassar. (13/04/2017)

Kegiatan tersebut di Hadiri oleh Direktur Deradikalisasi BNPT RI , Dewan Pers Indonesia, Perwakilan Pemprov Sul-Sel, wartawan, mahasiswa, dan organisasi masyarakat, serta TNI/Polri

Menurut Direktur Deradikalisasi BNPT RI Prof. Dr. Irvan Idris, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa Terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang harus di tangani oleh seluruh elemen Masyarakat.

Sehingga kami menganggap penting Literasi media untuk menangkal dan mencegah peredaran Paham radikalisme lewat media sosial

Literasi media ini bertujuan guna memberikan pemahaman agar meningkatkan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, khususnya upaya kontranarasi terhadap paham Radikalisme, Tutup Prof. Dr. Irvan Idris Dalam sambutannya

Sedana Dewan Pers Indonesia imam wahyudi dalam pemaparannya juga mengatakan sangat perlu peran media dalam menyatukan masyarakat, memberikan informasi yang akurat dalam pemberitaan. “Media sangat besar perannya di masyarakat, memberikan informasi dan dan menyatukan masyarakat,” Ucapnya

Media sosial meliliki fungsi yang mulia yakni sebagai percerdasan dan pencerahan di masyarakat, sehingga sangat di butuhkan profesional pemberitaaan media” Tegasnya

Adhe