Legislator Nasdem Komisi 1 DPRD Pinrang Kamaluddin,ST Sambangi PT.PLN Di Pinrang

oleh

SUARA LIDIK PINRANG,- Pamadaman Bergilir yang sepekan ini terjadi di kabupaten Pinrang lansung ditanggapi oleh anggota Komisi 1 DPRD Kab. Pinrang Kamaluddin, ST, Kamis (12 januari 2016).

Saat berkunjung ke Kantor PT.  PLN Persero Area Pinrang, diterima langsung oleh Pimpinan ibu A. Rosdiana diruang kerjanya.

Politisi Partai Nasdem Kamaluddin menyampaikan keluhan masyarakat perihal Pemadaman Bergilir ini, dengan suasana cool ini Ibu A. Rosdiana menyampaikan bahwa Pemadaman bukan saja terjadi di Pinrang saja tetapi berlaku diseluruh sulawesi selatan, PT.  PLN persero Area Pinrang hanya menindak lanjuti informasi dan Petunjuk Pemadaman dari APD( area Pengatur Distribusi) Makassar.

Jadi bukan kita yang mengatur Pemadaman ini imbuhnya. Beliau juga menjelaskan kahadiran Pembangkit Listrik Bakaru yang ada di Kab. Pinrang bukan jaminan bahwa warga pinrang tidak mendapt giliran Pemadaman alias mati lampu, karenanya Bakaru juga memiliki area Suplay yang ada di sulawesi selatan..

Perlu dipahami kata beliau disulawesi selatan ada beberapa Perusahaan Penyuplay Listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di sulsel ini diantaranya: Sengkang, Jeneponto, Poso,makassar(tello) dipinrang sendiri ada Bakaru dan Suppa akan Suplay Aliran listrik tidak berbanding dengan beban yang digunakan oleh masyarakat sehingga kita harus melakukan Pemadaman bergilir ini.

Dalam kesempatan itu pula, Kamaluddin memberi saran Sebaiknya PT.  PLN persero Area pinrang sedapat mungkin memanfaat Medsos untuk penyebaran informasi melalui Humas PT.  PLN sehingga masyarakat bisa mengetahui akan adanya Pemadaman secara bergilir,tegasnya

Kunjungan yang dilakukan Legislator Partai Nasdem ini untuk mendapat jawaban sekaligus bahan untuk warga yang akan melakukan Aksi Damai pada Bulan ini akibat Seringnya Mati Lampu, sehingga harapannya dengan dengan masukan ini beliau akan melakukan Sosialisasi dan Pendekatan Persuasif ke masyarakat sehingga masyarakat bisa memahami kondisi sebenarnya, terang Kamaluddin.

Redaksi Suara Lidik/Anto