Lembaga Survei Poltracking Indonesia Pilgub Sulsel 2018 : Nurdin Halid Kandidat Terkuat Ketiga

oleh
NH pilgub sulsel 2018
FOTO: Nurdin Halid dan Azis Qahhar Mudzakkar

Suara Lidik Makassar,– Lembaga Survei Poltracking Indonesia (LSPI) merilis nama-nama kandidat yang diprediksi akan bersaing ketat di Pilgub Sulawesi Selatan 2018. Nurdin Halid disebut sebagai kandidat terkuat ketiga, setelah Nurdin Abdullah dab Ichsan Yasin Limpo.

NH pilgub sulsel 2018
Foto : Nurdin Halid dan Azis Qahhar Mudzakkar

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyebut ada empat kandidat yang selalu unggul dari simulasi dengan total 27 kandidat bakal calon gubernur. Mereka yakni Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid, dan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang.

Dengan simulasi empat kandidat saja, elektabilitas Nurdin Abdullah menempati urutan pertama dengan 17,40 persen. Kemudian, disusul Ichsan Yasin Limpo dengan 14,69 persen; Nurdin Halid 13,27 persen, dan Agus Arifin Nu’mang 11,21 persen.

Menyikapi hasil survei tersebut, Nurdin Halid menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan kader Golkar Sulsel yang terus berupaya melakukan yang terbaik jelang Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Menurutnya, capaian itu sudah sangat bagus dan masih mungkin untuk ditingkatkan.

“Dengan ini saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama, bantuan dan usaha keras kita bersama sehingga penerimaan masyarakat Sulsel terhadap Nurdin Halid dan Azis Qahhar Mudzakkar, menunjukkan peningkatan yang signifikan di saat calon lain menunjukan hasil stagnan dan menurun,” kata Nurdin kepada VIVA.co.id, Rabu malam, 14 Juni 2017.

Menurutnya, hasil survei itu patut diapresiasi, karena kerja-kerja politik tim Nurdin Halid sebenarnya baru berjalan beberapa bulan. Berbeda dengan calon lawan-lawan lainnya terutama di posisi 4 besar telah bersosialisasi sekian lama, karena semuanya berpredikat sebagai incumbent.

“Namun, hasil itu tak boleh membuat kita lengah dan berpuas diri. Sepatutnya, hasil itu menjadi landasan kita untuk lebih bekerja keras terus mensosialisasikan figur Nurdin Halid dan Azis Qahhar Mudzakkar di tengah masyarakat,” kata Nurdin.

“Saya berharap, upaya untuk mengkonsolidasi kekuatan jaringan Partai Golkar menjadi prioritas kita ke depan. Ini penting saya tegaskan karena kondisi terakhir memperlihatkan kita masih harus meningkatkan upaya konsolidasi internal Partai Golkar yang belum berjalan maksimal hingga sekarang,” ujarnya menambahkan.

Nurdin juga berharap, seluruh komponen tim yang lain terus mempermantap manajemen tim dan saling menopang kerja-kerja di lapangan. “Saya yakin dan percaya, kita mampu menciptakan hasil lebih maksimal dengan kebersamaan, kekompakan dan koordinasi antar tim yang rapi dari kita semua,” pungkasnya.

Survei Poltracking ini dilakukan pada 18-24 Mei 2017 dengan metode stratified multistage random sampling. Jumlah responden 800 orang dengan margin of error sebesar +- 3, persen.

Dari segi popularitas, nama Ichsan Yasin Limpo (57 persen), Agus Arifin Nu’mang (55 persen), Aziz Qahhar Mudzakkar (48 persen) dan Nurdin Abdullah (42 persen) adalah kandidat yang paling banyak dikenal publik. Sementara itu, untuk elektabilitas, Poltracking melakukan beberapa simulasi.

Untuk simulasi 27 nama, Nurdin Abdullah unggul dengan 14,43 persen responden yang memilih. Ichsan Yasin Limpo menyusul dengan 10,7 persen. Jika kandidat hanya ada 4, makan nama Nurdin Abdullah tetap unggul dengan 17,4 persen dan disusul oleh Ichsan Yasin Limpo (14,69 persen), Nurdin Halid (13,27 persen), dan Agus Arifin Nu’mang (11,21 persen). (Samki/bcht)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama