Lepas Magrib, Zain Katoe Dimakamkan

oleh

LIDIK. PAREPARE. Jejak Hujan dan Haru masih membekas, kesedihan begitu jelas menyertai pemakaman Almarhum Zain Katoe (73). Selepas magrib, tokoh Ajatappareng yang dikenal sederhana dan bersahaja itu dimakamkan di pekuburan keluarga di samping Masjid Agung Parepare.

Berita meninggalnya Zain Katoe menyisakan duka mendalam. Selain sepuh, Zain Katoe juga merupakan tokoh berpengaruh dan cukup disegani di wilayah Ajatappareng.

“Beliau adalah sosok humanis, inspiratif, dan tidak kenal lelah, selain juga dikenal atas keramahannya, dekat dengan rakyat dan tidak membeda-bedakan siapapun,” sebut Walikota Parepare, Taufan Pawe, dalam sambutannya diprosesi pelepasan jenazah almarhum Zain Katoe, sore tadi (25/1).

Ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Parepare, Achmad Faisal Andi Sapada, “Saya sudah kenal dan dekat dengan beliau sejak SMP. Beliau adalah orang baik, sosok seorang sahabat, sosok seorang teman yang terbaik. Sekaligus menjadi sosok orangtua setelah ayah saya meninggal” kenang Faisal Andi Sapada.

Demikian pula Rusdi Masse, Bupati Sidrap yang menyebut berita meninggalnya Zain Katoe sebagai duka bagi Keluarga Besar NasDem. “#keluarga Nasdem turut berduka cita,” tulis Bupati Sidrap itu di akun facebooknya.

“Beliau sosok pemimpin yang baik. Saya mengenalnya sejak saya masih mahasiswa sebagai Ketua Umum PP IPMI Sidrap, dan kebetulan saat itu almarhum sebagai Ketua IKM Sidrap di Parepare. Beliau pribadi yang mengayomi dan mengasihi, dan itu tidak berubah hingga beliau menjadi walikota. Saya banyak belajar dari sikapnya itu,” kenang Yasser Latief yang dikenal sebagai Ketua BPH UMPAR itu.

Zain Katoe menjalani perawatan intensif di RSU Wahidin Sudirohusodo karena penyakit jantung sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 6.30 Wita Rabu (25/1). (ak*)